Terobos Medan Ekstrem dengan Trail, Kapolres Aceh Tengah Antar Bantuan dan Layanan Kesehatan ke Desa Terisolir
Takengon – Kepedulian Polri terhadap warga terdampak bencana kembali terlihat nyata di Kabupaten Aceh Tengah. Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., turun langsung menjangkau desa terisolir pascabencana banjir dan tanah longsor di Kampung Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Kamis (8/1/2025).
Dengan mengendarai sepeda motor trail, Kapolres bersama jajaran menembus jalur sulit demi memastikan bantuan kemanusiaan dan layanan kesehatan benar-benar sampai ke tangan masyarakat pengungsi.
Langkah ini menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Perjalanan menuju lokasi pengungsian tidak mudah. Akses jalan rusak, berlumpur, dan licin memaksa rombongan meninggalkan kendaraan roda empat dan beralih menggunakan motor trail agar bisa melintasi medan ekstrem.
Meski penuh tantangan, rombongan tetap melanjutkan perjalanan demi memastikan masyarakat yang terisolir tidak terabaikan dalam situasi sulit.
Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan personel Polres Aceh Tengah, personel BKO Brimob Polda Aceh, serta tim Bhakti Kesehatan dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Aceh Tengah.
Setibanya di lokasi pengungsian, Kapolres Aceh Tengah langsung menyapa warga dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Reje Kampung serta perwakilan masyarakat pengungsi.
Suasana haru terlihat ketika bantuan diterima, mengingat keterbatasan logistik yang dialami warga akibat terputusnya akses distribusi pascabencana.
Selain bantuan sembako, tim Sidokkes Polres Aceh Tengah juga menggelar Bhakti Kesehatan bagi para pengungsi.
Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan umum, konsultasi medis, serta pemberian obat-obatan sesuai keluhan warga.
Fokus pelayanan ditujukan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah bencana.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq menegaskan bahwa kehadiran Polri di lokasi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.
Ia menyampaikan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam kondisi darurat.
“Kami berupaya hadir langsung di tengah masyarakat, meskipun harus melewati medan yang cukup berat. Penyaluran bantuan dan Bhakti Kesehatan ini merupakan wujud kepedulian Polri agar masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan perhatian dan layanan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi perlengkapan alat tulis, baju kaos, susu, beras, mi instan, serta bingkisan Polri.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan dasar masyarakat selama berada di pengungsian.
Selain bantuan fisik, kehadiran langsung Kapolres dan jajaran juga memberikan dukungan moril bagi warga agar tetap kuat menghadapi masa pemulihan.
Masyarakat Kampung Bintang Pepara menyambut baik kedatangan rombongan Polres Aceh Tengah.
Sejumlah warga mengaku terharu karena tidak menyangka bantuan dan pelayanan kesehatan bisa menjangkau wilayah mereka yang terisolir.
Menurut warga, akses yang sulit selama ini menjadi kendala utama dalam mendapatkan bantuan dari luar.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat merasa tidak sendirian dalam menghadapi dampak bencana.
Kegiatan kemanusiaan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi Polri dengan masyarakat dalam penanganan pascabencana.
Polres Aceh Tengah memastikan akan terus memantau kondisi pengungsi dan perkembangan situasi di wilayah terdampak.
Upaya ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Aksi terjun langsung ke medan ekstrem ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tidak mengenal batas jarak dan kondisi.
Polri menunjukkan komitmen untuk selalu hadir, terutama bagi masyarakat yang paling membutuhkan uluran tangan di saat sulit.
Baca Juga
Komentar