Swasembada Pangan Tercapai Kilat, Mentan Amran Ungkap Peran Krusial Kapolri dan Titiek Soeharto
Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan capaian besar sektor pertanian nasional yang berhasil mencatatkan swasembada pangan jauh lebih cepat dari target awal. Keberhasilan tersebut, menurut Amran, tidak lepas dari dukungan lintas sektor, termasuk peran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.
Apresiasi itu disampaikan Amran saat menghadiri panen raya jagung serentak kuartal IV di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan khusus atas kontribusi kedua tokoh tersebut dalam percepatan swasembada pangan nasional.
Amran menegaskan bahwa target swasembada yang semula dipatok empat tahun, kini berhasil dicapai hanya dalam waktu satu tahun.
“Ibu Ketua Komisi IV DPR RI yang saya hormati dan saya banggakan, beliau men-support penuh sehingga swasembada kita tercapai dalam waktu sesingkat-singkatnya, hanya satu tahun dari target Bapak Presiden empat tahun,” ujar Amran.
Menurutnya, dukungan Komisi IV DPR RI menjadi faktor penting dalam mempercepat kebijakan, penganggaran, serta pengawasan program-program strategis di sektor pertanian.
Ia menilai sinergi antara pemerintah dan legislatif berjalan efektif, sehingga berbagai hambatan di lapangan dapat segera diatasi.
Tak hanya itu, Amran juga memberikan apresiasi khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas kontribusi Polri dalam mendukung sektor pertanian.
Ia menyebut keterlibatan Polri menjadi salah satu kunci keberhasilan peningkatan produksi pangan nasional.
“Kedua, kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang telah berkontribusi besar di sektor pertanian. Kami mewakili petani dan pemerintah mengucapkan terima kasih,” ungkapnya.
Amran menambahkan, Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan apresiasi kepada Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI atas kerja keras yang telah dilakukan.
Kontribusi Polri, lanjut Amran, tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga pendampingan, pengawasan distribusi, serta dukungan terhadap program-program pertanian strategis.
Lebih jauh, Amran menjelaskan bahwa percepatan swasembada pangan memiliki dampak luas, tidak hanya di sektor ekonomi, tetapi juga sosial dan keamanan.
Ia menilai peningkatan produksi pertanian merupakan langkah preventif yang efektif dalam menekan potensi kejahatan.
“Ini langkah yang paling baik untuk preventif kejahatan. Dengan meningkatnya produksi, pendapatan petani naik, kemiskinan menurun, pengangguran berkurang, dan pada akhirnya mencegah kejahatan,” jelasnya.
Menurut Amran, kesejahteraan petani menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Ketika pendapatan petani meningkat, daya beli ikut terdongkrak dan roda perekonomian desa bergerak lebih cepat.
Hal tersebut, kata dia, berkontribusi langsung terhadap terciptanya rasa aman dan kondusif di wilayah pedesaan.
Amran juga menyinggung bahwa pendekatan pembangunan pertanian saat ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga keberlanjutan dan pemerataan kesejahteraan.
Ia berharap sinergi antara Kementerian Pertanian, Polri, DPR RI, serta pemerintah daerah dapat terus diperkuat.
“Ini langkah luar biasa untuk mencegah kejahatan dan kriminalitas di lapangan,” tegas Amran.
Dalam kesempatan itu, Amran kembali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI atas dukungan yang konsisten.
“Atas nama petani seluruh Indonesia, ada sekitar 160 juta petani yang menyampaikan terima kasih. Terima kasih Pak Kapolri, terima kasih Ibu Ketua,” ucapnya.
Panen raya jagung serentak tersebut menjadi simbol keberhasilan program percepatan swasembada pangan yang kini mulai dirasakan hasilnya.
Pemerintah optimistis capaian ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan guna memperkuat ketahanan pangan nasional di masa mendatang.
Baca Juga
Komentar