Sosok Penting di Balik Masa Reformasi Berpulang, Pesannya untuk Rakyat Jadi Pengingat
Selamat Jalan Sang Patriot, Semangat Juangmu Abadi
“Raga boleh sirna, namun semangat juang bela negara tetap berkobar, seperti anak panah yang melesat teguh menuju sasaran.”
Bangsa ini kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, Suharto, Letjen TNI Marinir (Purn) yang pernah menjabat sebagai Komandan Korps Marinir ke-12 periode 1996–1999.
Beliau dikenal sebagai sosok yang teguh dan tenang di tengah gejolak besar bangsa, khususnya pada masa reformasi. Perannya sebagai “peredam badai” menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan keutuhan negara saat situasi nasional berada dalam tekanan.
Dalam sebuah pertemuan hangat di kediamannya di Kelapa Gading, beliau pernah menyampaikan pesan yang begitu membekas:
“Alutsista paling ampuh bagi kita adalah rakyat. Itulah mengapa sistem pertahanan kita adalah Sishankamrata. TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan tidak boleh meninggalkan rakyat.”
Pesan tersebut bukan sekadar ucapan, melainkan prinsip hidup yang beliau pegang teguh sepanjang pengabdiannya. Sebuah pengingat bahwa kekuatan sejati bangsa terletak pada persatuan antara rakyat dan aparat negara.
Beliau bukan hanya seorang prajurit, tetapi juga seorang patriot sejati yang menjunjung tinggi kedaulatan bangsa dan nilai-nilai perjuangan para pendiri negara. Pemikirannya tentang pentingnya kembali pada semangat UUD 1945 naskah asli menjadi bagian dari pandangan besar dalam menjaga arah bangsa.
Kini, beliau telah berpulang ke hadirat Ilahi. Namun, jejak pengabdian dan nilai-nilai perjuangannya akan terus hidup dalam hati generasi penerus bangsa.
Selamat jalan, Jenderal.
Pengabdianmu tak akan pernah usai, teladanmu akan selalu menjadi cahaya bagi negeri ini.
Dr. Datep Purwa Saputra
Pangkomenwa Indonesia
Baca Juga
Komentar