Somalia Resmi Umumkan Foziya Abdullahi Garad Jadi Miss World 2026, Gadis Berhijab 21 Tahun Ini Siap Curi Perhatian Dunia
MOGADISHU, SOMALIA – Somalia kembali mencuri perhatian dunia setelah resmi mengumumkan Foziya Abdullahi Garad sebagai wakil negara tersebut pada ajang Miss World 2026. Pengumuman dilakukan melalui akun resmi Miss World Somalia pada Sabtu (27/6/2026) dan langsung menjadi sorotan para pencinta kontes kecantikan internasional.
Foziya Abdullahi Garad yang baru berusia 21 tahun dipercaya membawa nama Somalia pada penyelenggaraan Miss World ke-73. Kehadirannya menjadi perhatian karena tampil anggun mengenakan hijab, sekaligus melanjutkan tradisi Somalia yang konsisten mengirimkan finalis berhijab sejak pertama kali mengikuti ajang tersebut.
Dalam pengumuman resminya, Miss World Somalia memperkenalkan Foziya sebagai perempuan muda yang lahir di Arab Saudi dan tumbuh besar di Mogadishu. Selain dikenal memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ia juga merupakan calon pilot yang menguasai beberapa bahasa.
"Foziya Abdullahi Garad, 21 tahun, adalah Miss World Somalia 2026. Lahir di Arab Saudi dan dibesarkan di Mogadishu, Foziya adalah calon pilot dan komunikator multibahasa, fasih berbahasa Somalia dan Arab dengan pengetahuan dasar bahasa Inggris," demikian keterangan resmi Miss World Somalia.
Keikutsertaan Foziya menandai partisipasi keempat Somalia dalam ajang Miss World.
Sebelumnya, negara di kawasan Afrika Timur tersebut telah mengirimkan wakil pada Miss World 2021, Miss World 2023, serta Miss World 2024.
Meski tergolong pendatang baru dibandingkan negara-negara lain, Somalia berhasil membangun identitas yang kuat melalui konsistensinya menghadirkan finalis berhijab.
Langkah tersebut mendapat perhatian luas dari komunitas pageant dunia karena dinilai menunjukkan bahwa ajang kecantikan internasional kini semakin terbuka terhadap keberagaman budaya, agama, dan identitas.
Foziya bukan hanya dikenal karena penampilannya yang elegan mengenakan hijab.
Perempuan muda asal Mogadishu tersebut juga memiliki latar belakang pendidikan yang menarik. Ia tengah menempuh pendidikan sebagai calon pilot sekaligus memiliki kemampuan berbahasa Somalia, Arab, dan dasar bahasa Inggris.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan peran sebagai duta negaranya di ajang internasional.
Tak hanya itu, Foziya juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial melalui proyek Beauty With A Purpose, program utama Miss World yang menitikberatkan pada aksi nyata bagi masyarakat.
Salah satu alasan Foziya mendapat perhatian besar adalah proyek sosial yang diusungnya.
Ia menjalankan program kemanusiaan untuk membantu anak-anak yang tinggal di kamp pengungsian Yabi Yasir, Mogadishu.
Program tersebut berfokus pada peningkatan akses pendidikan, perlindungan anak, serta penyediaan kebutuhan dasar bagi para pengungsi yang hidup dalam kondisi terbatas.
Komitmen sosial tersebut dinilai selaras dengan filosofi Beauty With A Purpose yang selama ini menjadi salah satu penilaian utama dalam ajang Miss World.
Foziya bukanlah finalis berhijab pertama yang dikirim Somalia.
Pada Miss World 2021, Somalia mengirimkan Khadija Omar, perempuan berhijab pertama dalam sejarah Miss World yang berhasil mencetak sejarah dengan menembus jajaran 13 besar.
Prestasi tersebut menjadi tonggak penting bagi representasi perempuan Muslim di ajang kecantikan internasional.
Dua tahun kemudian, Somalia kembali mengirim Bahja Mohamoud pada Miss World 2023.
Bahja kembali menarik perhatian publik dunia sebagai finalis berhijab kedua yang sukses melangkah hingga babak 40 besar.
Rangkaian pencapaian tersebut membuat Somalia kini dikenal sebagai salah satu negara yang konsisten membawa pesan keberagaman dan inklusivitas melalui kontes kecantikan dunia.
Banyak pengamat pageant menilai Foziya memiliki peluang mengikuti jejak para pendahulunya.
Selain memiliki penampilan yang elegan, Foziya dinilai membawa kombinasi yang kuat antara kecerdasan, kemampuan komunikasi, latar belakang pendidikan, serta kepedulian terhadap isu kemanusiaan.
Fokusnya terhadap pendidikan anak-anak pengungsi menjadi nilai tambah yang berpotensi mendapat perhatian dalam penilaian Beauty With A Purpose.
Apabila mampu menampilkan performa terbaik selama kompetisi, Foziya berpeluang memperpanjang catatan positif Somalia di panggung Miss World.
Keikutsertaan Foziya Abdullahi Garad menunjukkan bahwa kontes kecantikan internasional terus berkembang menjadi ruang yang semakin menghargai keberagaman budaya dan identitas.
Dengan tetap mengenakan hijab, membawa proyek sosial yang kuat, serta memiliki cita-cita sebagai pilot, Foziya tampil sebagai representasi perempuan muda Somalia yang ingin membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Kini perhatian para pencinta pageant dunia tertuju pada langkah Foziya di Miss World 2026. Mampukah ia melanjutkan tradisi prestasi Somalia sekaligus menginspirasi lebih banyak perempuan muda di panggung internasional? Jawabannya akan ditentukan saat kompetisi berlangsung.
Baca Juga
Komentar