Skema Parkir Wisata Air Kalimalang: Gandeng Mall, Target 3.000 Pengunjung per Hari
KOTA BEKASI — Pengelola Wisata Air Kalimalang terus mematangkan kesiapan operasional jelang pembukaan tahap pertama. Salah satu fokus utama yang disiapkan adalah skema parkir dan daya tampung pengunjung, dengan menggandeng pusat perbelanjaan di sekitar kawasan Kalimalang.
Direktur Utama BUMD Mitra Patriot, David, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah mal di sekitar lokasi wisata untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir di area inti.
“Hari ini informasinya, kami akan bekerja sama dengan mal-mal yang ada di sekitar kawasan, seperti Mal M&M dan beberapa pusat perbelanjaan lainnya,” ujar David saat diwawancarai, Senin (15/12/2025).
Menurut David, skema ini bersifat sementara namun strategis, mengingat Wisata Air Kalimalang diproyeksikan menjadi destinasi baru dengan potensi kunjungan tinggi setiap harinya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil estimasi awal, kapasitas parkir yang disiapkan ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 kendaraan per hari, dengan dukungan area parkir milik pusat perbelanjaan yang lokasinya saling terhubung.
“Untuk tahap awal, estimasi kami sekitar seribu kendaraan per hari. Area mal di sekitar juga masih saling menyambung, sehingga cukup membantu,” jelasnya.
Jika dikonversikan ke jumlah pengunjung, angka tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 3.000 orang per hari yang datang menikmati Wisata Air Kalimalang.
“Kurang lebih bisa menampung sekitar tiga ribu masyarakat per hari. Itu target yang realistis untuk tahap awal operasional,” tambah David.
Terkait pengelolaan parkir, David menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai skema bagi hasil dengan pihak mal. Kerja sama yang dibangun lebih mengedepankan prinsip saling menguntungkan.
“Belum bicara soal bagi hasil. Intinya take and give. Pihak mal menyediakan parkir dan mereka yang menerima pembayaran parkirnya,” ungkapnya.
Meski demikian, David memastikan bahwa pengelolaan parkir tetap akan memberikan kontribusi bagi daerah. Pendapatan parkir yang dikelola pihak ketiga tetap akan disetorkan sesuai ketentuan sebagai bagian dari retribusi.
“Ujung-ujungnya sama. Siapapun yang mengelola parkir, pendapatan tersebut tetap berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” tegasnya.
Ia menilai, skema kolaborasi ini justru membuka peluang ekonomi bagi berbagai pihak, baik pengelola wisata, pusat perbelanjaan, maupun pemerintah daerah.
Selain parkir kendaraan pribadi, muncul pula wacana penyediaan shuttle bus bagi pengunjung yang parkir agak jauh dari lokasi wisata.
“Usulan shuttle bus itu sangat baik. Kemarin juga sudah ada teman-teman dari pemilik bus yang menyampaikan gagasan tersebut,” kata David.
Menurutnya, opsi shuttle bus akan dipertimbangkan sebagai bagian dari pengembangan layanan, terutama jika tingkat kunjungan terus meningkat dan membutuhkan sistem transportasi pendukung yang lebih terintegrasi.
Wisata Air Kalimalang sendiri diproyeksikan menjadi magnet baru pariwisata Kota Bekasi, dengan konsep wisata air perkotaan yang terintegrasi dengan pusat ekonomi dan ruang publik.
David menambahkan, target kunjungan dan kesiapan fasilitas akan terus dievaluasi seiring berjalannya waktu, guna memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung tetap terjaga.
“Kami ingin wisata ini tidak hanya ramai, tapi juga tertib, nyaman, dan memberi dampak ekonomi positif,” ujarnya.
Ke depan, Mitra Patriot bersama mitra pengelola akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik swasta maupun komunitas, untuk menyempurnakan operasional Wisata Air Kalimalang.
Dengan dukungan infrastruktur parkir, potensi kunjungan ribuan orang per hari, serta konsep kerja sama lintas sektor, Wisata Air Kalimalang diharapkan menjadi ikon baru kebanggaan warga Bekasi.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan wisata perkotaan tidak selalu harus bergantung pada perluasan lahan, melainkan dapat dioptimalkan melalui sinergi dan perencanaan yang matang.
Baca Juga
Komentar