Saham Bank Mandiri (BMRI) Menguat ke Rp4.510, Investor Asing Mulai Ambil Posisi Berbeda
JAKARTA – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (28/10/2025). Harga saham emiten perbankan pelat merah itu naik ke level Rp4.510 per lembar setelah sempat mengalami tekanan di awal pekan.
Kenaikan ini menjadi sinyal positif setelah koreksi signifikan yang terjadi pada pekan sebelumnya. Tren penguatan yang terjadi sejak 20 Oktober 2025 kini dianggap sebagai fase rebound yang konsisten di tengah dinamika pasar saham nasional.
Menurut data perdagangan, volume transaksi BMRI juga mengalami peningkatan. Sejumlah analis menilai, penguatan tersebut didorong oleh sentimen positif dari kinerja fundamental Bank Mandiri yang dinilai solid sepanjang kuartal ketiga tahun ini.
Kinerja laba bersih yang tumbuh stabil dan ekspansi kredit yang terjaga menjadi faktor pendorong utama optimisme investor. Sementara itu, penguatan rupiah terhadap dolar Amerika turut memberikan ruang gerak bagi saham sektor perbankan.
Di sisi lain, para pelaku pasar masih mencermati pergerakan investor asing. Aktivitas jual-beli yang terjadi di saham BMRI menunjukkan adanya strategi berbeda dari masing-masing institusi besar.
Beberapa investor asing disebut masih konsisten melakukan aksi beli, melihat prospek pertumbuhan jangka menengah Bank Mandiri. Namun, di sisi lain, ada juga investor institusi yang memilih mengambil keuntungan dengan melepas sebagian portofolio mereka.
Sumber di kalangan analis pasar modal menyebutkan, aksi ini merupakan bagian dari rotasi portofolio menjelang akhir tahun. “Pergerakan seperti ini normal, apalagi setelah saham BMRI sempat terkoreksi cukup dalam,” ujar seorang analis yang enggan disebut namanya.
Ia menambahkan, Bank Mandiri masih menjadi salah satu saham dengan fundamental kuat di sektor keuangan. Rasio kredit bermasalah yang rendah serta pertumbuhan dana pihak ketiga menjadi indikator positif bagi investor jangka panjang.
Sementara itu, pelaku pasar lokal disebut ikut mengambil peluang dari fluktuasi harga. Beberapa di antaranya memanfaatkan momentum rebound untuk masuk kembali ke saham perbankan.
Analis juga menilai, level Rp4.500 menjadi titik penting bagi BMRI. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, maka peluang penguatan lanjutan diperkirakan masih terbuka dalam beberapa pekan mendatang.
Pergerakan saham BMRI turut memberi pengaruh terhadap indeks sektor keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kinerja indeks sektor ini tercatat menguat tipis mengikuti langkah saham perbankan besar lainnya.
Investor kini menunggu rilis laporan keuangan tahunan untuk melihat sejauh mana kinerja Bank Mandiri mampu mempertahankan pertumbuhan positif di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.
Meski ada volatilitas, beberapa analis memperkirakan harga BMRI berpotensi menuju level Rp4.700–Rp4.800 jika tren penguatan berlanjut hingga akhir kuartal IV.
Pasar juga masih menantikan kebijakan lanjutan dari Bank Indonesia terkait suku bunga acuan, yang dapat mempengaruhi prospek margin perbankan.
Dengan posisi yang strategis sebagai bank terbesar di Indonesia, BMRI dinilai masih menjadi pilihan utama bagi investor jangka panjang.
Saham ini juga menjadi salah satu indikator kesehatan sektor finansial nasional yang mencerminkan stabilitas sistem keuangan Indonesia.
Hingga penutupan perdagangan, BMRI tercatat naik 1,35 persen dengan nilai transaksi harian mencapai puluhan miliar rupiah.
Baca Juga
Komentar