Puslitbang Polri Turun ke Jakbar dan Polda Metro Jaya, Serap Langsung Aspirasi untuk Percepatan Transformasi Polri
Jakarta – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) di dua lokasi strategis, yakni Polres Metro Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya, pada Senin (15/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya mendukung agenda Transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.
FGD pertama dilaksanakan di Aula Polres Metro Jakarta Barat dengan melibatkan berbagai unsur internal dan eksternal kepolisian. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Selatan, serta Polres Metro Tangerang Selatan.
Tidak hanya dari unsur kepolisian, FGD juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, hingga perwakilan mahasiswa. Keterlibatan lintas elemen ini bertujuan agar Polri memperoleh perspektif yang komprehensif dalam menilai kinerja serta tantangan di lapangan.
Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Dr. Tri Suhartanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa FGD merupakan ruang dialog yang sangat strategis bagi Polri untuk melakukan evaluasi dan introspeksi.
“Masukan dari berbagai elemen masyarakat sangat kami butuhkan sebagai bahan perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan serta pelaksanaan tugas kepolisian,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang semakin kompleks menuntut Polri untuk terus beradaptasi dan melakukan pembenahan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Tim Penelitian Puslitbang Polri, Kombes Pol. Moh. Nurhidayat, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari metode penelitian kualitatif yang bertujuan menyerap aspirasi secara langsung.
“Hasil diskusi ini akan menjadi bahan rekomendasi strategis bagi pimpinan Polri dalam mewujudkan transformasi Polri yang berkelanjutan, khususnya di bidang harkamtibmas, penegakan hukum, dan pelayanan publik,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbukaan Polri dalam menerima kritik dan saran menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.
Usai pelaksanaan FGD di Polres Metro Jakarta Barat, kegiatan dilanjutkan di Aula Rupatama Gedung Promoter Polda Metro Jaya. FGD kedua ini diikuti oleh jajaran PJU serta perwakilan satuan kerja di lingkungan Polda Metro Jaya.
Kehadiran Tim Puslitbang Polri di Polda Metro Jaya disambut oleh Kombes Pol. Ardanto Nugroho. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar FGD mampu memotret secara objektif berbagai kendala yang dihadapi satuan kerja di lapangan.
“Melalui FGD ini diharapkan muncul solusi dan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja Polri, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pandangan dan pengalaman lapangan yang disampaikan peserta, mulai dari tantangan penegakan hukum hingga ekspektasi publik terhadap kualitas pelayanan kepolisian.
FGD ini dipandu oleh peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Moch. Nurhasim, yang mengarahkan jalannya diskusi agar tetap fokus pada tujuan penelitian.
Sebagai bagian dari pengumpulan data, seluruh peserta juga diminta mengisi kuesioner yang telah disiapkan oleh Tim Puslitbang Polri. Data tersebut akan dianalisis secara mendalam sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan.
Melalui rangkaian FGD ini, Puslitbang Polri berharap dapat menghasilkan rumusan strategis yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus membuka ruang partisipasi publik dalam proses transformasi kelembagaan.
Dengan pendekatan berbasis riset dan partisipasi, Polri diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang semakin humanis, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
FGD di Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya menjadi salah satu langkah konkret Polri dalam memastikan transformasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi terimplementasi nyata di lapangan.
Baca Juga
Komentar