Prajogo Pangestu Kembali Jadi Orang Terkaya RI, Harta Rp290 Triliun Melonjak Usai Saham Barito Meroket
JAKARTA – Konglomerat energi dan petrokimia Prajogo Pangestu kembali merebut posisi puncak sebagai orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan pembaruan data Forbes Real-Time Billionaires per 1 Juni 2026, pendiri Grup Barito tersebut tercatat memiliki kekayaan sebesar USD16,3 miliar atau setara sekitar Rp290,58 triliun. Angka itu mengantarkannya kembali ke posisi nomor satu, mengungguli pemilik Grup Djarum Robert Budi Hartono dan taipan batu bara Low Tuck Kwong.
Kembalinya Prajogo ke singgasana orang terkaya Indonesia terjadi hanya dalam waktu lima hari perdagangan setelah sebelumnya sempat turun ke posisi ketiga pada 21 Mei 2026. Lonjakan tersebut tidak lepas dari rebound kuat saham-saham yang berada di bawah kendali Grup Barito yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian utama pelaku pasar modal.
Momentum kebangkitan itu sekaligus menjadi bukti betapa besar pengaruh pergerakan harga saham terhadap nilai kekayaan para konglomerat Indonesia yang sebagian besar asetnya tersimpan dalam bentuk kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Saham Grup Barito Jadi Mesin Pengerek Kekayaan
Pada perdagangan akhir Mei 2026, saham-saham afiliasi Prajogo Pangestu mendadak menjadi bintang utama di Bursa Efek Indonesia. Beberapa emiten bahkan masuk daftar top gainers harian dengan kenaikan yang sangat signifikan.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak 25 persen menjadi Rp3.300 per saham. PT Petrosea Tbk (PTRO) melesat 24,87 persen menjadi Rp4.670. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 24,76 persen menjadi Rp1.940, sementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 24,75 persen menjadi Rp630 per lembar saham.
Tidak hanya itu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga mencatat penguatan dua digit. Di tengah euforia tersebut, hanya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang masih bergerak melemah.
Reli saham Grup Barito ini menjadi faktor utama yang mendorong nilai kekayaan Prajogo Pangestu kembali meningkat dalam waktu singkat. Pasalnya, sebagian besar kekayaan pria kelahiran Kalimantan Barat itu berasal dari kepemilikan saham langsung maupun tidak langsung pada sejumlah perusahaan tersebut.
Sempat Kehilangan Mahkota
Sebelum kembali menjadi orang terkaya Indonesia, Prajogo sempat mengalami tekanan berat akibat koreksi tajam saham-saham grupnya.
Pada 21 Mei 2026, Forbes mencatat Prajogo turun ke posisi ketiga setelah nilai kekayaannya merosot menjadi sekitar USD13,7 miliar. Saat itu posisi pertama ditempati Robert Budi Hartono dengan kekayaan sekitar USD15,58 miliar, sementara posisi kedua dihuni Low Tuck Kwong dengan kekayaan USD15,2 miliar.
Penurunan itu dipicu koreksi serentak sejumlah saham Grup Barito. TPIA sempat anjlok lebih dari 14 persen, PTRO turun sekitar 13 persen, BRPT merosot lebih dari 11 persen, sementara CUAN, BREN, dan CDIA juga mengalami tekanan besar.
Kondisi tersebut terjadi berbarengan dengan sentimen rebalancing indeks MSCI yang mengeluarkan sejumlah saham Grup Barito dari indeks global. Keputusan itu memicu aksi jual investor institusi dan meningkatkan volatilitas pasar.
Efek Rebalancing MSCI
Nama Prajogo Pangestu memang menjadi salah satu yang paling terdampak oleh perubahan komposisi indeks MSCI Mei 2026.
Tiga emiten utama Grup Barito, yakni BREN, TPIA, dan CUAN, dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran investor karena banyak dana global menggunakan indeks tersebut sebagai acuan investasi
Namun menariknya, menjelang implementasi efektif MSCI, saham-saham tersebut justru mengalami rebound kuat. Pelaku pasar menilai koreksi sebelumnya sudah terlalu dalam sehingga memunculkan aksi beli kembali dari investor yang melihat peluang jangka panjang.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pergerakan saham tidak selalu mengikuti sentimen jangka pendek. Faktor fundamental dan prospek bisnis tetap menjadi pertimbangan utama investor dalam mengambil keputusan.
Meski Nomor Satu, Kekayaan Prajogo Masih Menyusut
Meski berhasil kembali menjadi orang terkaya Indonesia, nilai kekayaan Prajogo sebenarnya masih jauh di bawah posisi awal tahun 2026.
Pada awal Januari 2026, Forbes mencatat kekayaan Prajogo mencapai sekitar USD39 miliar. Artinya hingga awal Juni 2026 nilai kekayaannya telah menyusut sekitar USD22,7 miliar atau lebih dari Rp350 triliun. (Forbes)
Penurunan itu terjadi karena koreksi besar saham-saham Grup Barito sepanjang semester pertama 2026.
Data pasar menunjukkan sebagian besar saham afiliasi Prajogo mengalami pelemahan signifikan sejak awal tahun. CUAN menjadi yang paling dalam terkoreksi, disusul BREN, TPIA, PTRO, CDIA, dan BRPT.
Meski demikian, posisi Prajogo masih cukup kokoh di puncak daftar orang terkaya Indonesia berkat skala bisnisnya yang tersebar di sektor energi, petrokimia, tambang, infrastruktur, hingga energi terbarukan.
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Awal Juni 2026
Berdasarkan pembaruan Forbes Real-Time Billionaires per 1 Juni 2026, berikut daftar 10 orang terkaya Indonesia:
-
Prajogo Pangestu – USD16,3 miliar
-
Robert Budi Hartono – USD14,7 miliar
-
Low Tuck Kwong – USD14,2 miliar
-
Anthoni Salim – USD11 miliar
-
Tahir dan keluarga – USD9,1 miliar
-
Sri Prakash Lohia – USD8,6 miliar
-
Otto Toto Sugiri – USD8 miliar
-
Marina Budiman – USD5,7 miliar
-
Lim Haryanto Wijaya Sarwono – USD4,4 miliar
-
Sukanto Tanoto – USD4,1 miliar
Daftar tersebut menunjukkan dominasi pengusaha yang bergerak di sektor energi, perbankan, teknologi, manufaktur, dan sumber daya alam.
Dua Emiten Terbaru dan Paling Strategis Milik Prajogo Pangestu
Berdasarkan data pasar modal terbaru yang valid hingga Juni 2026, dua emiten yang saat ini paling banyak menjadi perhatian investor dalam kelompok usaha Prajogo Pangestu adalah:
1. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
CDIA merupakan salah satu emiten termuda dalam ekosistem bisnis Prajogo. Perusahaan ini bergerak di bidang infrastruktur dan layanan pendukung industri energi serta petrokimia. CDIA menjadi salah satu kendaraan ekspansi baru Grup Barito dan masuk dalam daftar emiten yang paling aktif dipantau investor sepanjang 2026
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
BREN merupakan aset strategis Prajogo di sektor energi baru dan terbarukan. Perusahaan ini mengelola bisnis panas bumi dan energi hijau yang menjadi fokus investasi jangka panjang Grup Barito. BREN juga menjadi salah satu saham dengan kapitalisasi pasar terbesar yang dimiliki Prajogo Pangestu.
Selain kedua emiten tersebut, portofolio utama Prajogo juga mencakup BRPT, PTRO, CUAN, dan TPIA yang selama ini menjadi penopang utama nilai kekayaannya.
Kembalinya Prajogo Pangestu ke puncak daftar orang terkaya Indonesia memperlihatkan bahwa dinamika pasar modal masih menjadi faktor paling menentukan dalam perubahan kekayaan para konglomerat nasional. Dalam hitungan hari, posisi yang sempat hilang dapat kembali direbut ketika saham-saham unggulan bergerak naik tajam. Dengan proyek-proyek energi, petrokimia, dan infrastruktur yang terus berkembang, persaingan antara Prajogo Pangestu, Budi Hartono, dan Low Tuck Kwong diperkirakan masih akan menjadi sorotan utama pasar sepanjang 2026.
Baca Juga
Komentar