Polri Gelar Ziarah Nasional dan Tabur Bunga Serentak Jelang Hari Bhayangkara ke-80
JAKARTA – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar ziarah nasional dan tabur bunga secara serentak di lima lokasi berbeda, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan kepada para pahlawan sekaligus refleksi perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.
Lima lokasi yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan meliputi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, TPU Tanah Kusir, TMP Cikeas, Makam Jenderal Hoegeng Iman Santoso, serta perairan Teluk Jakarta.
Ziarah nasional di TMPN Kalibata, Jakarta Selatan, dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo. Prosesi berlangsung khidmat dengan diawali penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, serta peletakan karangan bunga di monumen utama TMPN Kalibata.
Usai pelaksanaan upacara, Wakapolri bersama pejabat utama Mabes Polri melanjutkan prosesi tabur bunga di makam para pahlawan sebagai bentuk penghormatan dan doa atas jasa-jasa mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa.
Secara bersamaan, kegiatan serupa juga dilaksanakan di lokasi lainnya dengan melibatkan jajaran Polri dari berbagai satuan kerja. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Hari Bhayangkara yang setiap tahun dilaksanakan untuk mengenang para pendahulu dan tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.
Sebanyak 1.037 personel terlibat dalam pelaksanaan ziarah nasional dan tabur bunga tahun ini. Kegiatan turut dihadiri unsur pejabat utama Mabes Polri, Korps Brimob Polri, Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri), Bhayangkari, serta pegawai negeri pada Polri.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana memperkuat nilai-nilai perjuangan yang harus terus diwariskan kepada seluruh insan Bhayangkara.
“Ziarah nasional dan tabur bunga ini bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk mengenang jasa para pahlawan, meneladani nilai-nilai perjuangan mereka, dan meneguhkan komitmen pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Menurutnya, semangat patriotisme, nasionalisme, dan pengorbanan yang diwariskan para pahlawan harus menjadi landasan moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Memasuki usia ke-80 tahun, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian melalui pelayanan yang presisi, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi momentum evaluasi dan penguatan dedikasi institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memperkokoh kepercayaan publik terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat
Baca Juga
Komentar