Polisi Dalami Bukti Ilmiah Kasus AKN, Hasil DNA Jadi Kunci Penetapan Identitas Korban
Jakarta — Polres Metro Jakarta Selatan resmi menetapkan AI sebagai tersangka dalam kasus hilangnya anak berinisial AKN. Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (24/11/2025) malam di Mapolda Metro Jaya.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa penyidik telah melakukan serangkaian langkah penyelidikan sejak laporan pertama diterima pada 7 Maret 2025. Ia menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian luas, sehingga seluruh proses harus dipastikan akurat dan terukur.
Menurut Budi, penyidik memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara, hingga memanfaatkan analisa digital dari berbagai perangkat elektronik. Koordinasi lintas wilayah juga ditempuh untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat.
“Kasus ini kami tangani secara transparan. Semua temuan diverifikasi berdasarkan metode penyidikan yang sesuai standar,” kata Budi dalam penjelasannya.
Penyidikan mendalam kemudian mengarah pada dugaan keterlibatan AI. Petunjuk tersebut, menurut polisi, menguat setelah sejumlah saksi memberikan keterangan yang selaras dengan temuan awal di lapangan.
Selain itu, jejak digital yang dipetakan penyidik menunjukkan aktivitas terakhir tersangka sebelum dan sesudah membawa AKN dari sebuah masjid di kawasan Bintaro. Polisi menyebut rekaman tersebut menjadi salah satu bukti pendukung yang signifikan.
AI sebelumnya mengakui bahwa ia membawa AKN dari masjid tersebut, lalu melakukan tindakan bekam yang berujung pada meninggalnya korban. Dalam pengakuannya, AI juga menyebut bahwa jasad AKN kemudian dibuang di sekitar Jembatan Cilalay, Tenjo.
Seiring dengan perkembangan penyidikan, Tim Forensik RS Polri Kramat Jati menerima dua kantong jenazah yang diduga berkaitan dengan kasus ini. Kantong pertama berisi pakaian, sementara kantong kedua berisi potongan tulang manusia.
Dokter forensik dr Farah menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan tulang tersebut berasal dari individu laki-laki dengan karakteristik ras mongoloid. Namun, identifikasi belum dapat dipastikan tanpa hasil DNA.
“Kami telah mengambil sampel DNA dari salah satu tulang panjang untuk pemeriksaan lanjutan. Bagian rahang tidak ditemukan, sehingga identifikasi gigi tidak dapat dilakukan,” ujar dr Farah.
Pemeriksaan DNA dianggap menjadi kunci utama untuk menentukan apakah tulang tersebut benar milik AKN. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu tertentu karena harus melalui beberapa tahap verifikasi laboratorium.
Polisi menegaskan bahwa hasil DNA akan menjadi dasar ilmiah untuk memastikan identitas kerangka. Sementara itu, penyidik tetap melanjutkan pendalaman kronologi dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa dapat tersusun secara utuh.
“Kami berkomitmen menyelesaikan kasus ini dengan profesional, objektif, dan berbasis bukti ilmiah,” kata Kombes Budi. Ia menambahkan bahwa perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala kepada publik.

Keluarga korban disebut telah mendapat pendampingan dan akses informasi sesuai ketentuan yang berlaku. Aparat menyatakan empati terhadap kondisi psikologis keluarga yang masih menunggu kepastian identitas.
Hingga saat ini, tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya terus melakukan pemetaan ulang lokasi yang disebut tersangka sebagai tempat pembuangan tubuh. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bukti tambahan yang terlewat.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Penyebaran spekulasi, menurut aparat, dapat menghambat proses penyidikan yang sedang berjalan.
Dengan menunggu hasil lengkap pemeriksaan DNA, penyidik berharap dapat memberikan kepastian hukum bagi keluarga dan memastikan seluruh unsur pidana dapat diungkap dengan jelas.
Baca Juga
Komentar