Pertamina Cetak Laba Rp55,2 Triliun pada 2025, Kontribusi ke Negara Tembus Rp360,76 Triliun
JAKARTA – PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar USD3,35 miliar atau setara Rp55,2 triliun. Capaian tersebut meningkat sekitar 7 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD3,13 miliar.
Selain mencatat pertumbuhan laba, Pertamina juga membukukan pendapatan sebesar USD70,89 miliar atau setara Rp1.167,99 triliun, dengan EBITDA mencapai USD11,43 miliar atau sekitar Rp188,33 triliun.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
“Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon,” ujar Simon dalam keterangan resminya, Rabu (24/6/2026).
Produksi Migas Tetap Kuat
Pada sektor hulu, Pertamina berhasil mempertahankan produksi migas di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). Sementara pada sektor pengolahan, perusahaan mencatat Yield Valuable Product sebesar 83,7 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sepanjang tahun 2025, kilang Pertamina mengolah volume intake mencapai 333 juta barel, menunjukkan optimalisasi produksi produk bernilai tinggi guna memenuhi kebutuhan energi nasional.
Pasok 70 Persen Kebutuhan BBM Nasional
Di sektor hilir, Pertamina tetap menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional dengan memasok sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Sementara itu, bisnis gas menunjukkan tren positif dengan volume transmisi gas mencapai 587 BSCF, tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Volume niaga gas juga terjaga pada angka 305 juta MMBTU.
Logistik dan Energi Baru Tumbuh Positif
Pada bidang logistik maritim, volume kargo domestik dan internasional yang diangkut Pertamina mencapai 172 juta kiloliter.
Perseroan juga terus memperkuat pengembangan energi baru dan terbarukan. Sepanjang 2025, produksi listrik tercatat mencapai 8.711 GWh, meningkat sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai bagian dari komitmen dekarbonisasi, Pertamina berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO2e melalui berbagai program yang diterapkan di seluruh lini bisnis perusahaan.
Kontribusi ke Negara Rp360,76 Triliun
Selain mencatat kinerja keuangan yang solid, Pertamina juga memberikan kontribusi besar kepada negara melalui pembayaran pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen dengan total mencapai Rp360,76 triliun.
Perusahaan juga merealisasikan investasi domestik sebesar USD5,9 miliar atau setara Rp97,20 triliun, serta mencatatkan Penyerapan Belanja Produk Dalam Negeri (PDN) mencapai Rp531,5 triliun, yang memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, mengapresiasi dukungan para pemegang saham serta dedikasi seluruh jajaran perusahaan yang telah menjaga kinerja dan keberlanjutan bisnis sepanjang 2025.
“Keputusan yang telah diambil dalam RUPS menjadi langkah penting bagi perjalanan Perseroan ke depan. Semoga hasil keputusan tersebut dapat membawa Pertamina meraih kinerja dan prestasi yang semakin baik di masa mendatang,” ujar Iriawan.
Dengan capaian tersebut, Pertamina menegaskan posisinya sebagai perusahaan energi nasional yang tidak hanya menjaga ketahanan energi Indonesia, tetapi juga berkontribusi besar terhadap penerimaan negara, investasi, dan transformasi menuju energi berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar