Perkuat Kerja Sama Regional, Wakil Wali Kota Hadiri Borderline Economic Summit
Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya terhadap percepatan pembangunan kawasan perbatasan melalui kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi dalam Borderline Economic Summit (BES) yang digelar di Hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort and Convention, Kabupaten Bogor, Rabu.
Forum yang melibatkan sebelas kabupaten dan kota tersebut mengusung tema mengenai harmonisasi perencanaan dan implementasi pembangunan ekonomi. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk menyamakan arah kebijakan dan memperkuat sinergi lintas wilayah.
Wakil Wali Kota Bekasi menyampaikan bahwa kolaborasi antardaerah merupakan kebutuhan mendesak, terutama dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata. Ia menilai, kawasan perbatasan memiliki potensi besar bila dikelola secara terpadu dan terarah.
“Sinergi antar daerah bukan hanya kebutuhan, tetapi keharusan untuk mencapai percepatan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan,” ujarnya saat sesi penandatanganan kerja sama.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi menandatangani sejumlah dokumen kesepakatan yang berfokus pada peningkatan investasi, penataan kawasan perbatasan, serta optimalisasi pelayanan publik. Langkah ini dianggap sebagai pondasi awal dalam memperkuat daya saing wilayah.
Ia menambahkan bahwa harmonisasi perencanaan dapat mengurangi tumpang tindih program pembangunan. “Dengan adanya kesepahaman bersama, kita dapat memperkuat daya saing wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung,” katanya.
BES 2025 juga menghadirkan beberapa narasumber yang menyampaikan pandangan mengenai pengembangan infrastruktur dan konektivitas kawasan. Para pembicara menekankan pentingnya kesiapan daerah menghadapi dinamika ekonomi baru yang menuntut kerja sama lebih intensif.
Diskusi panel yang digelar dalam rangkaian acara turut membahas strategi implementatif untuk mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan. Peserta dialog menyampaikan sejumlah rekomendasi, termasuk perlunya integrasi data dan perencanaan lintas kabupaten-kota.

Sejumlah pakar ekonomi yang hadir menilai bahwa kawasan perbatasan dapat menjadi episentrum pertumbuhan baru apabila pemerintah daerah mampu mengoptimalkan potensi industri, perdagangan, serta investasi.
BES 2025 juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar-pemerintah daerah. Para peserta sepakat bahwa kerja sama tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi perlu diteruskan melalui implementasi yang terukur.
Selain Wakil Wali Kota Bekasi, kegiatan ini turut dihadiri pejabat pemerintah kota yang terdiri dari Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Asisten Daerah bidang pemerintahan, serta sejumlah kepala dinas. Kehadiran mereka menunjukkan kesiapan Pemkot Bekasi memperkuat diplomasi pembangunan regional.
Para pimpinan perangkat daerah tersebut mengikuti rangkaian agenda mulai dari paparan kebijakan hingga pembahasan komitmen tindak lanjut. Mereka menyampaikan bahwa Kota Bekasi berkomitmen untuk memastikan setiap kerja sama dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam forum itu, Pemkot Bekasi juga menyampaikan beberapa gagasan penguatan konektivitas kawasan perbatasan, termasuk peningkatan aksesibilitas transportasi dan integrasi layanan publik.
Para peserta BES menggarisbawahi bahwa pembangunan kawasan perbatasan bukan lagi sekadar isu lokal, tetapi telah menjadi agenda strategis yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi antarwilayah.
Wakil Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa pemerintah kota siap berperan aktif dalam setiap agenda lanjutan. Ia berharap kerja sama yang terjalin dapat mempercepat penciptaan pusat-pusat pertumbuhan baru di kawasan perbatasan.
Menurutnya, kolaborasi lintas daerah akan memperkuat kapasitas pemerintah kota dalam mengembangkan sektor-sektor unggulan yang selama ini menjadi pendorong ekonomi daerah.
Acara yang berlangsung sepanjang hari itu juga menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut yang akan dibahas dalam pertemuan teknis berikutnya.
Pemkot Bekasi berharap, kerja sama yang dibangun melalui BES dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pelayanan publik dan membuka kesempatan ekonomi baru.
Dengan penandatanganan kesepakatan regional tersebut, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan keberlanjutannya dalam membangun kawasan perbatasan sebagai ruang pertumbuhan yang kompetitif dan berdaya saing.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi sebagai langkah menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
Baca Juga
Komentar