Pemkot Bekasi Targetkan Pengangguran Turun hingga 6,75 Persen pada 2027
BEKASI, PENAiNSIGHT.COM – Pemerintah Kota Bekasi memasang target cukup ambisius untuk menekan angka pengangguran terbuka pada 2027. Melalui berbagai program ketenagakerjaan, Pemkot Bekasi menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun ke kisaran 6,75 persen hingga 7,27 persen.
Target tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan Pemkot Bekasi dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. Pemerintah daerah menilai penurunan pengangguran menjadi salah satu indikator penting untuk memperkuat kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bekasi tercatat sekitar 7,33 persen atau 98.963 orang pada 2026. Angka tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah, khususnya dalam memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pemerintah daerah optimistis target penurunan TPT pada 2027 dapat direalisasikan. Menurutnya, target tersebut telah dirumuskan dalam indikator makro ekonomi yang menjadi bagian dari KUA-PPAS 2027.
“Berdasarkan target melalui Indikator Makro Ekonomi, tingkat pengangguran terbuka di Kota Bekasi diharapkan menurun mencapai 6,75 persen sampai 7,27 persen, dibandingkan dengan angka kita saat ini yakni 7,33 persen,” ujar Tri Adhianto.
Job Fair dan Program Pemagangan Jadi Strategi Pemkot Bekasi
Pemkot Bekasi tidak hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi untuk menekan angka pengangguran. Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah intervensi langsung melalui program ketenagakerjaan, termasuk penyelenggaraan job fair dan pemagangan.
Tri mengatakan berbagai program tersebut diarahkan untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat memasuki pasar kerja.
“Baik itu melalui pelaksanaan kegiatan Job Fair maupun program pemagangan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi, agar tingkat pengangguran di Kota semakin menurun,” jelasnya.
Kebijakan tersebut dinilai penting mengingat karakteristik Kota Bekasi sebagai wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk dan angkatan kerja yang besar. Pemerintah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi turut menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat diakses masyarakat.
TPT Bekasi Turun dari 7,83 Persen Menjadi 7,33 Persen
Data Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi menunjukkan adanya tren penurunan tingkat pengangguran. Pada tahun sebelumnya, TPT Kota Bekasi berada di angka 7,83 persen, kemudian turun menjadi 7,33 persen pada 2026.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kota Bekasi, Muhamad Iqbal Bayuaji, mengatakan penurunan tersebut menjadi sinyal positif dalam upaya pengendalian pengangguran di daerah.
“Angka tercatat sebanyak 7,33 persen pada Tahun 2026 ini. Dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 7,83 persen,” kata Iqbal.
Menurut dia, penurunan TPT tidak terlepas dari berbagai program pemerintah daerah serta aktivitas ekonomi masyarakat. Upaya fasilitasi terhadap pencari kerja terus dilakukan untuk memperbesar peluang masyarakat mendapatkan pekerjaan.
Lulusan SMK Jadi Fokus Penyerapan Tenaga Kerja
Salah satu tantangan yang menjadi perhatian Pemkot Bekasi adalah banyaknya lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang masuk ke pasar kerja setiap tahun.
Diperkirakan terdapat sekitar 35 ribu lulusan SMK di Kota Bekasi setiap tahun yang menjadi salah satu kelompok potensial untuk diserap dunia usaha dan industri.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan perusahaan. Kompetensi lulusan diharapkan semakin sesuai dengan kebutuhan industri sehingga peluang mereka mendapatkan pekerjaan dapat meningkat.
Selain lulusan baru, pemerintah juga perlu memberikan perhatian kepada kelompok pencari kerja yang belum terserap dalam dunia kerja maupun masyarakat yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
Pengangguran Tidak Hanya Dipengaruhi Lapangan Kerja
Iqbal menjelaskan, dinamika angka pengangguran di Kota Bekasi juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor di luar program pemerintah. Salah satunya adalah pilihan masyarakat untuk menjalankan usaha secara mandiri.
“Sehingga upaya dan langkah Pemerintah Daerah adalah memfasilitasi, terkhusus untuk masyarakat yang hendak bekerja. Maupun, faktor lainnya mengenai menurunnya angka pengangguran turut didukung dari banyak faktor seperti ada yang berwirausaha, maupun ada juga yang kerja di luar kota ataupun luar negeri,” sambungnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan pengangguran tidak semata-mata diukur dari bertambahnya pekerja yang terserap perusahaan di Kota Bekasi. Mobilitas tenaga kerja, kewirausahaan, serta kesempatan bekerja di luar daerah juga turut memengaruhi kondisi ketenagakerjaan.
Pemkot Bekasi Kejar Target Pengangguran di Bawah 7,3 Persen
Dengan TPT yang saat ini berada di angka 7,33 persen, target penurunan menjadi 6,75–7,27 persen pada 2027 membutuhkan strategi yang konsisten. Pemerintah Kota Bekasi perlu memastikan program penciptaan lapangan kerja berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Penyelenggaraan job fair juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja, kualifikasi, hingga peluang karier perlu terus diperluas agar pencari kerja memperoleh akses yang lebih mudah terhadap lowongan pekerjaan.
Di sisi lain, program pemagangan dapat menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus memahami kebutuhan industri secara langsung.
Pemkot Bekasi juga diproyeksikan terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan kewirausahaan. Semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha secara mandiri, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan pekerjaan baru.
Target penurunan pengangguran tersebut pada akhirnya bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif.
Dengan tren TPT yang telah turun dari 7,83 persen menjadi 7,33 persen, Pemkot Bekasi memiliki modal awal untuk mengejar target 2027. Tantangannya adalah mempertahankan tren tersebut sekaligus memastikan penurunan pengangguran benar-benar diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jika berbagai program berjalan efektif, target TPT 6,75 persen hingga 7,27 persen pada 2027 bukan hanya menjadi indikator keberhasilan kebijakan ketenagakerjaan, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dari upaya memperkuat perekonomian Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar