Pemkot Bekasi Galang Bantuan untuk Sumatera, Program Jumat Berkah Dialihkan
Kota Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi memastikan telah menyiapkan langkah cepat untuk membantu warga di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Hal itu disampaikan Wali Kota Bekasi dalam sesi wawancara di Pemkot Bekasi, Senin (1/12/2025).
Ketika ditanya mengenai total bantuan yang telah disalurkan, Wali Kota menjelaskan bahwa pemerintah daerah memilih langkah progresif dengan mengalihkan sebagian program sosial reguler untuk para korban bencana. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini dilakukan agar dukungan dapat segera diterima pihak yang membutuhkan.
“Ini kan tadi sudah saya sampaikan, salah satunya langkah yang progresif,” ucapnya. Ia menyebut bahwa program rutin Jumat Berkah, yang biasanya digelar setiap pekan untuk warga Bekasi, akan diubah alokasinya.
Menurut Wali Kota, program tersebut pada minggu ini tidak diperuntukkan bagi warga di lingkungan Abu Hasiq sebagaimana biasanya. Pemkot Bekasi memutuskan mengalihkan kegiatan itu khusus bagi warga terdampak bencana di Sumatera.
“Kita ubah menjadi Jumat Berkah-nya buat warga yang ada di musibah,” tuturnya. Biasanya program itu berupa pemberian makanan, namun minggu ini wujudnya akan menyesuaikan kebutuhan para korban.
Wali Kota menuturkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apa saja kebutuhan yang paling mendesak di lokasi bencana. Meski demikian, tim lapangan telah disiapkan untuk melakukan asesmen cepat.
“Kita nggak tahu kebutuhan yang di sana apa. Tentu nanti ada timnya,” ujarnya.
Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga membuka kemungkinan pemberian dukungan berupa pembangunan infrastruktur apabila memang diperlukan. Wali Kota menyebut bahwa Kota Bekasi sebelumnya juga beberapa kali berkontribusi pada rehabilitasi fasilitas umum daerah lain.
Ia mencontohkan bantuan rehabilitasi sekolah dan puskesmas yang pernah diberikan Pemkot Bekasi dalam situasi serupa. Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari peran daerah yang mampu membantu daerah lain.
Yang terpenting, kata Wali Kota, bukan hanya pemenuhan kebutuhan dasar saat bencana terjadi, tetapi juga keberlanjutan program pemulihan masyarakat. “Bukan hari ini yang mereka hadapi saja. Next-nya itu yang penting,” jelasnya.

Menurutnya, setelah kebutuhan mendesak berupa makanan, pakaian, dan perlindungan terpenuhi, pemerintah perlu memikirkan program lanjutan yang berfokus pada pemulihan kehidupan warga dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menegaskan bahwa seruan penggalangan bantuan tidak terbatas pada aparatur sipil negara (ASN) semata. Ia memastikan bahwa masyarakat umum juga dapat terlibat.
“Warga masyarakat juga bisa,” katanya. Ia menyampaikan bahwa surat edaran untuk partisipasi publik dikeluarkan pada hari yang sama.
Pemkot Bekasi juga disebut akan menggandeng kalangan pengusaha. Menurut Wali Kota, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha merupakan cara paling efektif untuk menghadirkan bantuan yang lebih besar.
Ia berharap pendekatan gotong royong ini dapat mempercepat penyaluran dukungan serta menjangkau lebih banyak korban yang membutuhkan di wilayah terdampak.
Wali Kota menutup dengan menyatakan bahwa Pemkot Bekasi akan terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan berkesinambungan.
Baca Juga
Komentar