Panglima TNI dan Kapolri Lantik 1.621 Prabhatar di Akmil Magelang, Tekankan Sinergi TNI–Polri
29 November 2025, Magelang – Upacara Wisuda Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian (Prabhatar) Tahun 2025 berlangsung khidmat di Lapangan Sapta Marga Akmil, Magelang, Jumat (28/11/2025). Upacara dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
Sebanyak 1.621 taruna dan taruni resmi dilantik setelah menuntaskan Pendidikan Dasar Integratif selama empat bulan di Resimen Chandradimuka Akademi TNI. Mereka terdiri dari 1.273 Taruna Akademi TNI—meliputi 713 Taruna Akmil, 350 Taruna AAL, dan 210 Taruna AAU—serta 348 Taruna Akpol yang terdiri dari 311 Taruna dan 37 Taruni.
Prosesi tersebut menandai berakhirnya tahap pembentukan dasar karakter keperjuritan dan kepolisian yang selama ini dijalani secara terpadu. Selanjutnya, seluruh peserta didik akan kembali ke akademi masing-masing untuk memasuki pendidikan lanjutan sesuai matra dan bidangnya.
Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan bahwa kawasan Akademi Militer bukan sekadar pusat pendidikan, tetapi juga ruang yang sarat nilai perjuangan. Ia menyebut bahwa lembah di sekitar Akmil memiliki kedekatan historis dengan perjalanan Pangeran Diponegoro.
“Di sini adalah tempat Pangeran Diponegoro membangun basis perjuangan di antara lima gunung: Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Tidar. Lembah Tidar adalah pusatnya ksatria, ksatria yang sejak remaja telah memilih jalan pengorbanan,” tegas Jenderal Agus.
Panglima mengatakan bahwa pilihan para taruna untuk menekuni profesi militer dan kepolisian merupakan keputusan untuk memasuki profesi yang sarat nilai kehormatan. Menurutnya, profesi tersebut menuntut kedisiplinan, kesetiaan, serta pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa.
Ia menambahkan bahwa para taruna adalah wujud nyata keberagaman Indonesia. Keberagaman yang hadir dalam tubuh Prabhatar, kata Panglima, harus menjadi kekuatan untuk memperkuat solidaritas nasional. “Bangsa ini menitipkan harapannya kepada kalian untuk menjaga persatuan,” ujarnya.
Pendidikan dasar integratif, lanjutnya, memang dirancang untuk membentuk karakter TNI–Polri yang solid sejak masa pembinaan awal. Melalui pendidikan terpadu, para taruna dibentuk agar memiliki kesamaan visi, semangat kebersamaan, serta pemahaman terhadap tugas masing-masing institusi.
Selain membangun kesadaran kebangsaan, pendidikan tersebut juga memberikan dasar-dasar kepemimpinan serta ketangkasan jasmani yang menjadi fondasi selama menjalani pendidikan lanjutan. “Integrasi itu penting, sebab kelak kalian akan bertugas berdampingan,” kata Panglima menambahkan.
Kapolri yang turut hadir dalam acara itu menyampaikan apresiasinya atas capaian seluruh taruna yang telah menyelesaikan tahap awal pendidikan. Ia menyebut bahwa sinergi TNI–Polri bukan hanya simbol, tetapi kebutuhan strategis dalam menjaga stabilitas negara.
Dalam penutup upacara, Panglima TNI kembali mengingatkan pentingnya menjaga marwah institusi. “Di medan tugas manapun, kalian harus saling memperkuat. Negara membutuhkan TNI dan Polri yang solid, profesional, dan berdisiplin tinggi,” pesan Jenderal Agus.
Pada kesempatan yang sama, Akademi TNI dan Akademi Kepolisian mengumumkan Lulusan Terbaik Prabhatar 2025. Mereka adalah Pratar Moradon Ray More Sinaga (Akmil), Pratar Tri Agung Laksono Putra (AAL), Pratar Fahuda Pangestu (AAU), dan Bhatar Alfon Vekoli Laia (Akpol).
Keempat peraih penghargaan tersebut dinyatakan unggul berdasarkan aspek Tripola Dasar, yaitu penilaian sikap dan perilaku, pengetahuan dan keterampilan, serta ketangkasan jasmani. Predikat memuaskan mereka dapatkan setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat.
Pengumuman lulusan terbaik ini sekaligus menjadi penutup rangkaian acara wisuda Prabhatar 2025. Para tamu undangan dan keluarga taruna tampak antusias menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Suasana lapangan Sapta Marga berubah semakin haru ketika ribuan taruna mengumandangkan yel-yel dan penghormatan terakhir sebelum memasuki tahap pendidikan lanjutan di akademi mereka masing-masing.
Upacara ini menjadi penegas bahwa proses pembentukan generasi baru TNI dan Polri terus berjalan dengan prinsip integratif, disiplin tinggi, dan penghormatan terhadap nilai perjuangan bangsa.
Baca Juga
Komentar