NIKEUBA Indonesia Angkat Isu Pelecehan Seksual dalam Program Mentoring Internasional UNI/LO 2025 di Jakarta
NIKEUBA Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kepemimpinan perempuan serikat pekerja melalui partisipasi aktif dalam UNI/LO Mentoring Program – Indonesia 2025 yang akan digelar di Jakarta pada 12–15 Desember 2025.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Opening Workshop yang sebelumnya diselenggarakan oleh Uni Global Union pada November 2024 di Manila, Filipina, sebagai bagian dari agenda penguatan kepemimpinan perempuan di tingkat regional Asia Pasifik.
Selain fokus pada pengembangan kepemimpinan, program mentoring tahun ini juga secara khusus mengangkat isu strategis terkait pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di lingkungan kerja.
Isu tersebut dinilai krusial mengingat masih tingginya kerentanan pekerja perempuan terhadap kekerasan dan pelecehan berbasis gender, termasuk di sektor transportasi dan pelayanan publik.
UNI APRO selaku perwakilan Uni Global Union di kawasan Asia Pasifik melakukan koordinasi intensif dengan NIKEUBA Indonesia, termasuk melalui dokumentasi dan materi kegiatan yang dihimpun dari internal pengurus serikat.
Program mentoring ini akan dilaksanakan dalam dua rangkaian utama, yakni Follow Up Workshop (Women Tandems) pada 12–13 Desember 2025 dan Gender Mainstreaming Workshop pada 14–15 Desember 2025.
Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung di Sari Pacific Hotel, Thamrin Nine, Luminary Tower, Jalan M.H. Thamrin No. 10, Jakarta.
Dalam sesi Follow Up Workshop, UNI APRO mengundang dua pasangan mentor–mentee dari NIKEUBA Indonesia, yaitu Dwi Istianah bersama Frabelia Ceciliana, serta Bety bersama Nafarani Hardian.
Pendekatan mentoring ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan perempuan melalui pendampingan langsung, berbagi pengalaman, serta pembahasan kasus-kasus nyata di lingkungan kerja.
Sementara itu, Gender Mainstreaming Workshop akan melibatkan peserta women tandems dan empat pimpinan serikat laki-laki dari NIKEUBA Indonesia.
Pelibatan pimpinan laki-laki dinilai penting untuk membangun komitmen bersama dalam mendorong kebijakan serikat yang adil, inklusif, dan berpihak pada korban pelecehan seksual.
NIKEUBA Indonesia juga telah diminta mengirimkan nama empat pimpinan serikat laki-laki yang akan mengikuti workshop tersebut sebelum batas waktu 15 November 2025.
Dari sisi administratif, partisipasi peserta dalam kegiatan ini telah didukung oleh surat dispensasi kerja resmi dari PT Transportasi Jakarta.
Surat bernomor T/KP.06/ /PT.TJ/XII/2025 tersebut merujuk pada Pasal 93 ayat 1 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Transportasi Jakarta periode 2024–2026.
Dalam surat tersebut, perusahaan memberikan izin dispensasi waktu kerja kepada pengurus serikat untuk mengikuti kegiatan Workshop and Gender Mainstreaming Workshop 2025 yang berlangsung pada 11–16 Desember 2025.
Salah satu peserta yang mendapatkan dispensasi adalah Betty Trisnawati, pramudi pada Departemen Manajemen Operasional Swakelola.
UNI APRO memastikan seluruh biaya transportasi lokal, akomodasi, serta konsumsi peserta selama program berlangsung ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggara.
Program ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam kepemimpinan serikat pekerja, sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya lingkungan kerja yang aman dari pelecehan seksual.
NIKEUBA Indonesia menilai penguatan kapasitas kepemimpinan dan perspektif gender merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi serikat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar