Menteri Kesehatan Dorong Evaluasi Kriteria Kota Sehat dan Penguatan Program Hidup Sehat di Daerah
Jakarta, [Tanggal Diisi] — Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong peningkatan kualitas indikator Kota Sehat serta memperkuat peran pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berusia harapan hidup lebih panjang.
Hal tersebut disampaikan Menkes dalam sambutannya pada acara penganugerahan Penghargaan Kota Sehat, yang diberikan setiap dua tahun untuk pemerintah daerah dengan capaian terbaik dalam pembangunan kesehatan lingkungan dan masyarakat.
Usia Harapan Hidup Jadi Fokus Utama
Dalam sambutannya, Menkes menjelaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya dilihat dari sanitasi atau infrastruktur kesehatan, tetapi juga dari peningkatan usia harapan hidup dan usia harapan hidup sehat penduduk.
Saat ini, usia harapan hidup nasional berada pada angka 72 tahun, sementara usia harapan hidup sehat baru mencapai 60 tahun. Menkes menegaskan bahwa target RPJMN mengharuskan kedua indikator tersebut meningkat masing-masing menjadi 75 tahun dan 65 tahun pada akhir tahap pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Peningkatan usia harapan hidup dan usia harapan hidup sehat adalah tanggung jawab bersama. Upaya ini tidak dapat dilakukan hanya oleh Kementerian Kesehatan, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemerintah daerah,” ujar Menkes.
Penguatan Promotif dan Preventif
Menkes menegaskan bahwa kepala daerah perlu memberikan perhatian lebih pada upaya promotif dan preventif, antara lain peningkatan aktivitas fisik masyarakat, edukasi konsumsi makanan sehat, kualitas tidur, serta pencegahan penyakit menular dan tidak menular.
Menurut Menkes, indikator Kota Sehat ke depan perlu memasukkan ukuran-ukuran yang mencerminkan gaya hidup sehat masyarakat, seperti aktivitas fisik, kualitas udara, sanitasi lingkungan, serta capaian imunisasi dan penurunan penyakit tertentu seperti TBC dan hipertensi.
Untuk meningkatkan motivasi daerah, Menkes mengusulkan agar penghargaan Kota Sehat diselenggarakan setiap tahun dan didukung insentif nyata bagi pemerintah daerah dengan capaian terbaik.

“Saya mengusulkan agar pemenang tingkat nasional diberikan dukungan anggaran, misalnya Rp50 miliar untuk juara pertama, Rp35 miliar untuk juara kedua, dan Rp25 miliar untuk juara ketiga. Insentif semacam ini dinilai lebih berdampak dan dapat mendorong kompetisi positif antar-daerah,” ujar Menkes.
Menkes juga menekankan pentingnya sistem penilaian yang transparan dan objektif dengan melibatkan unsur lintas kementerian, media, dan pihak independen.
Laporan Penanganan Bencana di Tiga Provinsi
Dalam kesempatan yang sama, Menkes menyampaikan laporan terkait penanganan bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ia menyebut bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan pengiriman bantuan cepat melalui tiga pesawat Hercules dan satu A400 yang diberangkatkan pada pagi hari.
Bantuan yang dikirim meliputi tenda, perahu karet, alat komunikasi, genset, makanan siap saji, serta tenaga medis dari TNI dan Kementerian Kesehatan. Menkes yang baru kembali dari Padang melaporkan bahwa curah hujan tinggi masih terjadi dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
“Kami memohon doa dan dukungan agar upaya tanggap darurat dan pemulihan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh dapat berjalan lancar serta masyarakat terdampak dapat segera kembali beraktivitas dengan normal,” kata Menkes.
Baca Juga
Komentar