Jokowi Bantah Pernah Meresmikan Bandara IMIP, Sorotan Menguat Usai Kritik Menhan Sjafrie
29 November 2025, JAKARTA – Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meresmikan Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang kini menjadi perhatian publik. Pernyataan itu ia sampaikan menyusul mencuatnya tudingan bahwa bandara tersebut diresmikan olehnya pada 2019.
Saat ditemui di Jakarta pada Jumat (28/11/2025), Jokowi menolak anggapan tersebut. Ia menyebut tidak pernah hadir dalam acara peresmian bandara IMIP, baik secara formal maupun informal.
“Tidak, tidak. Saya tidak pernah meresmikan Bandara IMIP di Morowali,” ujar Jokowi ketika ditanya wartawan.
Jokowi menegaskan bahwa selama memimpin pemerintahan, dirinya hanya meresmikan satu bandara di wilayah Morowali, yaitu Bandara Maleo. Bandara tersebut merupakan proyek pemerintah dan dibangun melalui anggaran negara.
“Seingat saya, yang saya resmikan adalah Bandara Maleo di Morowali, dan itu dibangun oleh pemerintah,” jelasnya. Jokowi menambahkan, “Tahun berapanya saya sudah lupa. Kalau yang IMIP itu, saya kira milik swasta.”
Ia juga menepis tudingan bahwa dirinya hadir pada peresmian Bandara IMIP tahun 2019. Menurutnya, berbagai isu kerap diarahkan secara personal kepadanya. “Ya, semua hal yang tidak baik kan selalu ditariknya ke saya,” katanya.
Sorotan terhadap Bandara IMIP kembali menguat setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyinggung keberadaan bandara tersebut saat meninjau fasilitas penerbangan di kawasan industri pertambangan Morowali, Kamis (20/11/2025). Saat itu, Sjafrie menghadiri Latihan Terintegrasi 2025 TNI dan beberapa instansi terkait.
Dalam kunjungannya, Sjafrie menilai keberadaan bandara tanpa keterlibatan negara merupakan anomali. Ia menilai kondisi tersebut dapat memunculkan kerawanan terhadap kedaulatan ekonomi Indonesia, terutama karena letaknya berdekatan dengan jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan III.
Peninjauan yang dilakukan pada 19 November itu dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional dan Pengawas Tim Penertiban Kawasan Hutan. Ia menyebut adanya celah regulasi yang perlu diperbaiki.
Sjafrie menegaskan perlunya pengawasan negara yang lebih kuat terhadap infrastruktur strategis. Menurut dia, deregulasi yang tepat dan penertiban di lapangan menjadi langkah krusial untuk menjaga kepentingan nasional.
Ia juga menyinggung maraknya kegiatan ilegal yang berpotensi merugikan negara. Dalam kesempatan itu, Sjafrie mencontohkan kasus pertambangan ilegal di Bangka yang sempat menyeruak beberapa waktu lalu.
“Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik. Kita harus tegakkan semua ketentuan tanpa melihat latar belakang dari mana pun asalnya,” tegasnya.
Sementara itu, data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan bahwa Bandara IMIP tercatat sebagai bandara resmi. Statusnya adalah bandara khusus dengan penggunaan domestik dan memiliki kode ICAO WAMP serta kode IATA MWS.
Dedy Kurniawan, Head of Media Relations PT IMIP, memastikan bahwa bandara tersebut memiliki legalitas lengkap. Ia menegaskan bahwa seluruh operasional bandara berada di bawah pengawasan Otoritas Bandara Wilayah V Makassar.
“Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub, dikelola sesuai regulasi, dan pengoperasiannya diawasi secara rutin. Teman-teman juga bisa mengecek status bandara IMIP di situs Kemenhub,” kata Dedy pada Rabu (26/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa bandara tersebut melayani penerbangan domestik untuk kebutuhan industri, termasuk pergerakan pekerja dan logistik perusahaan. Menurutnya, seluruh operasi dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan penjelasan tersebut, PT IMIP menegaskan bahwa operasional bandara telah memenuhi seluruh prosedur penerbangan domestik dan memiliki registrasi resmi. Perusahaan juga menegaskan komitmen untuk terus bekerja sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga
Komentar