Job Fair Bekasi Dibanjiri Ribuan Pelamar: 1.500 Lowongan Disiapkan 30 Perusahaan Selama Dua Hari
Bekasi – Antusiasme pencari kerja di Kota Bekasi kembali memuncak. Gelaran job fair yang diselenggarakan PT OKE Kerja Indonesia bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi pada 19–20 November dipadati ribuan pelamar sejak pagi hari.
Acara bursa kerja yang berlangsung di Kota Bekasi ini digelar selama dua hari mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Panitia menyebut sekitar 30 perusahaan ikut serta dan membuka total 1.500 lowongan dari berbagai sektor industri.
Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa agenda ini digelar untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran.
Jeffry Silitong, CEO PT OKE Kerja Indonesia, mengatakan bahwa job fair kali ini memang dirancang untuk memperluas kesempatan kerja bagi warga Bekasi. Ia menegaskan target utama acara adalah meningkatkan penempatan tenaga kerja hingga akhir tahun.
“Kami menargetkan minimal 30 persen dari jumlah lowongan dapat terserap,” ujar Jeffry. Ia menyebut bahwa dari 2.200 peserta yang mendaftar secara online, panitia berharap proses seleksi berlangsung tertib dan efektif.
Menurut Jeffry, penyerapan tenaga kerja tahun ini ditargetkan mencapai sekitar 400 orang, dengan total lowongan yang tersedia sebanyak 1.500. Pada gelaran sebelumnya di Februari, penyerapan mencapai 280 warga Kota Bekasi.
Ia juga menyoroti pentingnya keberpihakan perusahaan lokal. “Kami mengutamakan perusahaan yang berkantor di Bekasi agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh warga,” tuturnya. Jeffry mengatakan perusahaannya telah aktif di dunia rekrutmen sejak 2010.
Lapangan kerja yang dibuka meliputi berbagai sektor mulai dari konstruksi, manufaktur, perbankan, hingga ritel. Puluhan perusahaan disebut membuka posisi untuk tingkat pendidikan yang beragam, mulai dari SMA hingga sarjana.
Jeffry juga menekankan pentingnya kualitas CV dalam proses seleksi. Menurutnya, banyak pelamar kesulitan bukan karena minim kemampuan, tetapi lantaran CV yang dibuat tidak rapi atau kurang menarik.
“Kelemahan pada job fair adalah sering kali peserta menyepelekan pembuatan CV,” ujarnya. Ia berharap para pencari kerja dapat menyiapkan dokumen yang lebih profesional agar peluang diterima semakin besar.
Di lapangan, sejumlah peserta mengaku sudah mengincar beberapa perusahaan sebelum acara dimulai. Para pencari kerja tampak memenuhi antrean di setiap booth, sebagian membawa map khusus berisi CV cetak dan portofolio.
Beberapa peserta bahkan sudah menyiapkan berkas cadangan untuk mengantisipasi peluang yang muncul di luar rencana mereka. “Kalau ada lowongan yang cocok, saya langsung coba,” kata seorang pelamar.
Sementara itu, pihak Disnaker Kota Bekasi menyampaikan bahwa job fair merupakan kegiatan rutin yang terus ditingkatkan kualitasnya. Pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan sektor swasta seperti OKE Kerja Indonesia akan memperluas akses kerja bagi masyarakat.
Disnaker menilai antusiasme tinggi ini menjadi bukti bahwa warga Bekasi membutuhkan lebih banyak kesempatan kerja yang dekat dengan domisili mereka. Pemerintah juga akan mengevaluasi penyelenggaraan untuk memaksimalkan penyerapannya.
Pemerintah turut mendorong perusahaan agar tidak hanya membuka lowongan, tetapi juga memberi pelatihan singkat atau sesi konsultasi terkait kesiapan kerja bagi peserta.
Job fair dua hari ini ditutup dengan pencatatan jumlah pelamar dan komitmen tindak lanjut oleh perusahaan peserta. Panitia memastikan seluruh proses seleksi berjalan transparan.
Jeffry menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyerapan tenaga kerja lokal. “Tujuan kami sederhana: membuka peluang kerja sebanyak-banyaknya untuk warga Bekasi,” ujarnya.
Dengan tingginya respons masyarakat, penyelenggara menyatakan siap menggelar job fair berikutnya dengan skala yang lebih besar agar semakin banyak pencari kerja terserap.
Baca Juga
Komentar