Investor Borong Jutaan Lembar Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di Tengah Isu Merger dengan Grab
Jakarta - Sejumlah investor tampak kembali menaruh kepercayaan pada saham GOTO pada perdagangan baru-baru ini, membeli dalam jumlah besar di tengah kencangnya rumor merger atau akuisisi dengan Grab. Data internal pasar mencatat ada jutaan lembar saham GOTO berpindah tangan dalam periode singkat.
Menurut sumber di kalangan pasar modal, aksi beli masif ini dipicu spekulasi bahwa rencana merger GOTO–Grab akan segera mendapatkan persetujuan, sehingga potensi keuntungan jangka panjang menarik banyak pelaku pasar.
Lonjakan aktivitas terjadi setelah pengunduran diri mendadak Patrick Walujo dari jabatannya sebagai Direktur Utama GOTO, yang diumumkan perusahaan pada 24 November 2025.
Dalam keterangannya, Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani, menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut adalah bagian dari proses suksesi yang disiapkan perusahaan, dengan nominasi pengganti jatuh kepada Hans Patuwo.
“Pergantian ini mencerminkan komitmen perseroan untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan strategi, terutama memasuki periode transformasi,” kata Koesoemohadiani.
Langkah tersebut langsung memantik reaksi pasar. Menurut analis, mundurnya Walujo yang sejak lama disebut-sebut sebagai sosok yang kurang mendukung merger memberi sinyal bahwa jalan bagi penggabungan dua raksasa layanan daring itu kini lebih terbuka.
Berdasarkan laporan perdagangan pada salah satu sesi bursa di November 2025, harga saham GOTO melonjak mendekati level tertinggi tiga bulan. Volume transaksi melonjak, dan net foreign buy tercatat signifikan — menunjukkan masuknya investor asing ke saham perusahaan.
Isu merger GOTO–Grab sebenarnya telah berulang kali muncul dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sepanjang waktu manajemen GOTO konsisten menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan apapun.
Meski begitu, keterlibatan entitas seperti Danantara dana kekayaan negara disebut-sebut sebagai bagian dari wacana merger. Hal ini kemudian ikut mendorong optimisme pasar terhadap prospek jangka panjang GOTO.
Seorang analis independen kepada media keuangan menyebut bahwa momentum ini bisa menjadi titik balik bagi GOTO, asalkan transformasi manajemen dan strategi perusahaan dijalankan konsisten.
“Jika merger benar terwujud dan regulasi mendukung kombinasi GOTO – Grab bisa menciptakan ‘super-platform’ besar di Indonesia. Potensi pasar dan efisiensi operasional menjadi daya tarik utama,” ujarnya, dengan catatan bahwa pengawasan persaingan usaha akan menjadi aspek krusial.
Di pihak lain, sejumlah investor memperingatkan bahwa aksi beli saat ini juga mengandung unsur spekulatif. Karena sampai sekarang, belum ada konfirmasi resmi dari keduanya bahwa merger sudah deal. Sehingga risiko volatilitas tetap terbuka — terutama jika isu merger kembali mereda.
Manajemen GOTO sendiri menyatakan bahwa agenda utama saat ini adalah memperkuat kinerja operasional serta menyelesaikan proses suksesi direksi dengan sebaik-baiknya. Perseroan menegaskan bahwa setiap keputusan strategis akan dijalankan sesuai regulasi pasar modal.
Sementara itu, dari sisi pemegang saham dan investor institusional, banyak yang memilih menunggu dengan cermat keputusan resmi sebelum meningkatkan porsi saham lebih lanjut.
Kondisi ini mencerminkan dinamika kompleks antara sentimen pasar, spekulasi merger, dan kebutuhan perusahaan untuk menjaga tata kelola yang sehat terutama di tengah tekanan persaingan di sektor teknologi dan layanan daring.
Pengamat pasar modal pun menilai bahwa GOTO saat ini berada di persimpangan penting: apakah akan memanfaatkan momentum dan berubah haluan menuju konsolidasi besar; atau tetap bertahan sebagai entitas independen dengan strategi internal.
“Keputusan yang akan diambil dalam beberapa minggu ke depan terutama setelah RUPSLB akan sangat menentukan arah jangka panjang perusahaan,” kata seorang pengamat.
Bagi investor ritel, analyst merekomendasikan agar memperhatikan secara seksama pernyataan resmi dari GOTO dan regulator, melihat struktur kepemilikan, dan mempertimbangkan risiko jangka menengah sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan semua kondisi tersebut, GOTO menjadi salah satu saham paling menarik di pasar saat ini penuh peluang, tapi juga menuntut kewaspadaan.
Baca Juga
Komentar