Hujan Lebat Picu Pohon Tumbang di Kampus UNKRIS, Kapolsek Pondok Gede Pimpin Penanganan
Bekasi - Hujan deras yang mengguyur kawasan Pondok Gede pada Selasa (2/12) sore menyebabkan sebuah pohon besar ambruk di area Kampus Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS), Jatiwaringin. Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB itu memicu robohnya bangunan parkir semi permanen milik Fakultas Hukum dan menimpa puluhan sepeda motor milik mahasiswa dan staf kampus.
Laporan pertama datang dari warga bernama Dedi yang melihat pohon itu perlahan miring sebelum akhirnya tumbang bersama terpaan angin dan curah hujan tinggi. Laporan tersebut langsung diteruskan ke Polsek Pondok Gede.
Kapolsek Pondok Gede, Kompol Bambang Sugiharto, S.H., M.H., segera menuju lokasi bersama Piket Fungsi dan Padal untuk memastikan kondisi di lapangan serta mengoordinasikan langkah-langkah penanganan. Ia menyebut pergerakan cepat diperlukan mengingat area kampus sedang padat aktivitas.
Bangunan parkir yang roboh berukuran sekitar 10 x 10 meter, tersusun dari baja ringan dengan atap seng. Rangka bangunan tak mampu menahan berat pohon yang tumbang, sehingga seluruh struktur langsung ambruk ke sisi kiri tempat parkir.
Tercatat ada 15 sepeda motor yang tertimpa reruntuhan. Dari jumlah tersebut, enam unit tidak dapat segera dievakuasi lantaran sebagian bangunan masih menekan bagian rangka kendaraan. Tim pemadam kebakaran telah dikoordinasikan untuk mengirimkan alat berat.
Dua saksi, Asep Setiawan dan Nur Yaman, menyampaikan bahwa hujan turun dengan intensitas tinggi hanya beberapa menit sebelum insiden terjadi. Menurut keduanya, suara dentuman keras terdengar dari arah parkiran, diikuti seruan mahasiswa yang berada di sekitar lokasi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Mahasiswa yang biasa memadati area parkir saat itu sebagian besar tengah berteduh di koridor kampus.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendataan mengenai kerugian material karena beberapa kendaraan tampak mengalami kerusakan cukup berat. Petugas kampus turut membantu pemilik kendaraan mengidentifikasi sepeda motor yang tertimpa bangunan.
Kapolsek Pondok Gede dan anggotanya bergerak cepat melakukan serangkaian tindakan standar. Mulai dari pengecekan TKP, memastikan jalur aman, hingga membantu evakuasi reruntuhan bangunan.
PLN juga dihubungi untuk memastikan tidak ada kabel listrik aktif yang terimbas runtuhan pohon. “Ini penting agar proses evakuasi aman bagi semua pihak,” kata salah satu petugas di lokasi.
Koordinasi dengan DBMSDA dilakukan untuk penanganan pohon dan infrastruktur kampus yang terdampak. Sementara itu, Damkar menyiapkan alat berat guna memutus batang pohon yang masih melintang di atap bangunan.
Menurut Kapolsek, langkah-langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan area kampus. “Kami bergerak cepat untuk memastikan lokasi aman, serta mengoordinasikan alat berat agar seluruh kendaraan dapat segera dievakuasi,” ujarnya.
Sampai sore hari, petugas terus membersihkan potongan batang dan ranting agar jalur pejalan kaki kampus dapat digunakan kembali. Sebagian mahasiswa terlihat menunggu di tepi lokasi sambil memastikan kondisi kendaraan mereka.
Pihak kampus sendiri mengapresiasi respons cepat aparat. Mereka menyebut kolaborasi dengan kepolisian dan petugas kota menjadi faktor penting agar situasi tidak berkembang menjadi risiko tambahan.
Sementara itu, hujan yang masih turun ringan membuat proses pemotongan batang pohon berjalan lebih hati-hati. Petugas memastikan tak ada bagian atap yang dapat runtuh mendadak.
Polres Metro Bekasi Kota telah menerima laporan lengkap dari Kapolsek Pondok Gede mengenai situasi terkini serta langkah lanjutan yang diperlukan.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi enam sepeda motor yang masih tertimpa bangunan terus dilakukan, dengan pengamanan area dari personel kepolisian untuk mencegah warga mendekat ke titik berbahaya.
Perbaikan bangunan parkir direncanakan dilakukan setelah proses pembersihan selesai dan cuaca kembali stabil.
Baca Juga
Komentar