Galang Dana untuk Aceh dan Sumatera, Wali Kota Tri Tegaskan Bantuan Berikutnya Fokus Bangun Sekolah dan Puskesmas
BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi masih membuka penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Penggalangan dana ini menjadi bentuk solidaritas warga Bekasi terhadap masyarakat terdampak yang hingga kini masih menjalani proses pemulihan pascabencana.
Penggalangan dana tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 6 Februari 2026. Tenggat waktu ini ditetapkan untuk memberi ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat, komunitas, serta pelaku usaha yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara di daerah terdampak bencana. Menurutnya, musibah yang terjadi tidak hanya membutuhkan perhatian sesaat, tetapi dukungan berkelanjutan.
“Bencana ini benar-benar dirasakan dan dijalani oleh warga yang terdampak langsung. Mereka masih berjuang untuk bangkit, dan di situlah empati serta solidaritas kita sangat dibutuhkan,” ujar Tri.
Tri menekankan bahwa kepedulian masyarakat Kota Bekasi menjadi kekuatan penting dalam membantu proses pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah terdampak bencana.
Hingga akhir Desember 2025, dana bantuan yang terkumpul melalui rekening Patriot Berbagi telah mencapai sekitar Rp3,1 miliar. Angka tersebut mencerminkan tingginya partisipasi dan kepedulian warga Bekasi terhadap sesama.
Dari total dana yang terkumpul, sekitar Rp600 juta telah disalurkan secara langsung saat kunjungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi ke wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Tri menjelaskan, bantuan tahap awal difokuskan untuk kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana alam.
“Dana yang sudah kita salurkan digunakan untuk kebutuhan dasar seperti bahan pangan, sandang, obat-obatan, serta perlengkapan penting lainnya yang dibutuhkan warga di lokasi bencana,” jelasnya.
Penyaluran bantuan awal tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga pada fase tanggap darurat, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sementara itu, sisa dana sekitar Rp2,5 miliar akan dialokasikan untuk bantuan tahap lanjutan yang bersifat lebih jangka panjang dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Bekasi berencana memfokuskan bantuan lanjutan tersebut pada pembangunan kembali fasilitas publik yang terdampak bencana.
“Kita akan menunggu perkembangan penggalangan hingga 6 Februari nanti. Setelah itu, bantuan akan kita kirimkan dan kita konsentrasikan untuk pembangunan sekolah dan puskesmas,” kata Tri.
Menurut Tri, pemulihan sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama karena berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat pascabencana.
Ia menilai, keberadaan sekolah dan puskesmas yang layak akan membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas normal, sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial.
Tri juga memastikan bahwa penyaluran dana dilakukan secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen memastikan setiap rupiah dana bantuan digunakan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
Selain bantuan materiil, Tri berharap penggalangan dana ini menjadi momentum memperkuat rasa persaudaraan antarwilayah dan antarmasyarakat di Indonesia.
Ia menilai solidaritas antar daerah menjadi kunci penting dalam menghadapi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
Tri juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi, mulai dari warga, komunitas, organisasi, hingga pelaku usaha yang ikut berkontribusi dalam penggalangan dana kemanusiaan ini.
Pemerintah Kota Bekasi membuka peluang bagi masyarakat yang masih ingin berpartisipasi hingga batas waktu yang telah ditetapkan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Tri optimistis bantuan dari Kota Bekasi dapat membantu proses pemulihan di Sumatera dan Aceh secara berkelanjutan.
Penggalangan dana ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sesaat, tetapi juga wujud nyata solidaritas anak bangsa dalam menghadapi musibah bersama.
Baca Juga
Komentar