Data Terbaru Arus Balik Lebaran di Bakauheni, Kapolri Beberkan 385 Ribu Kendaraan, Ini Faktanya
Lampung — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, guna memastikan perjalanan para pemudik berlangsung aman dan lancar hingga tiba di tujuan.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Sabtu (28/3/2026), saat puncak arus balik gelombang kedua berlangsung sejak Jumat malam hingga Sabtu. Dalam kesempatan itu, Kapolri didampingi Menteri Perhubungan untuk memantau kondisi terkini di lapangan.
“Baik, hari ini saya bersama Pak Menhub mengunjungi Bakauheni untuk memastikan perkembangan terakhir terkait dengan puncak arus balik,” ujar Sigit kepada awak media.
Berdasarkan hasil pemantauan, arus balik secara umum berjalan terkendali, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara. Situasi di Pelabuhan Bakauheni pun terpantau dalam kondisi aman dan lancar, dengan sistem pengaturan yang dinilai berjalan optimal.
Kapolri menjelaskan bahwa berbagai skema rekayasa lalu lintas telah diterapkan secara maksimal. Mulai dari delaying system, buffer zone, hingga pengaturan tiket penyeberangan, semuanya dirancang untuk mencegah kepadatan dan menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Dengan pengelolaan yang baik, Alhamdulillah situasi tetap berada di kondisi normal atau hijau,” kata Sigit.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolri juga menyempatkan diri menyapa para pemudik serta membagikan bingkisan. Ia turut meninjau sejumlah fasilitas penting seperti Pos Terpadu, Pos Siaga Bencana, dan Pos Pengamanan guna memastikan kesiapan personel di lapangan.
Berdasarkan data dari Jasa Marga, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta selama periode arus mudik dan balik mencapai 2.946.891 unit. Angka ini meningkat sebesar 20,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 2.894.164 kendaraan.
Sementara itu, kendaraan yang telah kembali masuk ke Jakarta hingga Sabtu pagi tercatat sebanyak 2.561.629 unit. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 385.262 kendaraan atau sekitar 13,07 persen yang belum kembali ke ibu kota.
“Masih ada sisa kendaraan yang belum kembali. Ini yang terus kami pantau dan kelola agar tidak menimbulkan lonjakan signifikan,” jelasnya.
Kapolri menilai bahwa puncak arus balik secara umum telah terlewati. Namun demikian, seluruh jajaran tetap diminta untuk siaga penuh dalam mengantisipasi potensi lonjakan susulan.
Selain Bakauheni, perhatian juga diarahkan ke wilayah lain, khususnya Pelabuhan Ketapang yang diperkirakan masih akan mengalami peningkatan arus balik.
Berdasarkan laporan yang diterima, sekitar 51 persen pemudik dari wilayah tersebut masih belum kembali. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kepadatan dalam beberapa hari ke depan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami dan seluruh stakeholder untuk memastikan arus balik tetap terkendali,” ujar Sigit.
Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan dan pihak terkait yang telah bekerja keras dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan arus lalu lintas tidak lepas dari sinergi antara aparat kepolisian, Kementerian Perhubungan, serta berbagai instansi lainnya.
“Terima kasih kepada seluruh anggota dan masyarakat. Pola rekayasa yang diterapkan sangat membantu kelancaran arus balik,” katanya.
Ia menegaskan, pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat akan terus dioptimalkan hingga seluruh pemudik kembali ke daerah asal masing-masing dengan selamat.
Lebih lanjut, Kapolri menekankan bahwa keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diterapkan selama periode arus mudik dan balik.
Pemerintah bersama aparat akan terus melakukan pemantauan secara intensif, termasuk evaluasi terhadap skema yang telah berjalan, guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman hingga akhir masa arus balik.
“Mudah-mudahan seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik dan balik bisa menikmati perjalanan dan sampai di rumah masing-masing dengan selamat,” tutup Sigit.
Baca Juga
Komentar