Dari Rumah Reyot Jadi Hunian Layak, Dua Warga Bekasi Timur Kini Tinggal Lebih Aman dan Nyaman
Pemerintah Kota Bekasi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kali ini, dua warga Kecamatan Bekasi Timur merasakan langsung manfaat Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang mengubah tempat tinggal mereka menjadi hunian yang aman dan nyaman.
Peresmian dua unit rumah hasil renovasi tersebut dilakukan oleh Wiwiek Hargono Tri Adhianto pada Jumat (26/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Bekasi dalam menyediakan hunian layak bagi warga kurang mampu.
Dua rumah yang diresmikan masing-masing milik Ibu Marsini yang beralamat di Bekasi Kaum No.12 RT 03 RW 01, Kelurahan Bekasi Jaya, serta rumah Ibu Sri Esti Handayani di Jalan P. Yapen Raya No. 406, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Peresmian dilakukan dengan peninjauan langsung ke lokasi rumah yang telah selesai direnovasi. Kondisi bangunan yang sebelumnya memprihatinkan kini berubah menjadi rumah yang lebih kokoh, sehat, dan layak huni.
Program Rutilahu ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bekasi dan mitra sosial Yayasan Bersinar. Sinergi ini bertujuan menghadirkan solusi konkret bagi warga yang membutuhkan hunian layak.
Renovasi yang dilakukan tidak hanya menyentuh perbaikan fisik bangunan, tetapi juga memberikan dampak psikologis berupa rasa aman dan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.
Wiwiek Hargono Tri Adhianto menegaskan bahwa rumah merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi setiap keluarga.
“Hunian yang layak akan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi keluarga. Dengan rumah yang lebih baik, warga dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang dan produktif,” ujar Wiwiek saat peresmian.
Ia menambahkan, program Rutilahu menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi tidak memadai.
“Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak sebagai pondasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup,” tambahnya.
Menurutnya, perbaikan hunian bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga investasi sosial jangka panjang yang berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan produktivitas keluarga.
Ibu Marsini mengaku terharu dan bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Rumah yang kini ditempatinya bersama keluarga telah berubah jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya.
Hal serupa disampaikan Ibu Sri Esti Handayani. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi dan semua pihak yang telah membantu mewujudkan rumah layak huni bagi keluarganya.
Dengan kondisi rumah yang lebih aman dan nyaman, kedua keluarga penerima manfaat berharap dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik dan penuh semangat.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa program Rutilahu akan terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain yang masih membutuhkan.
Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra sosial dan elemen masyarakat, Pemkot Bekasi berupaya agar semakin banyak warga dapat merasakan manfaat program tersebut.
Program Rutilahu diharapkan tidak hanya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Pemkot Bekasi optimistis, dengan hunian yang layak, masyarakat dapat tumbuh lebih sehat, produktif, dan sejahtera.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.
Baca Juga
Komentar