Curanmor Meningkat di Bekasi, Warga Mulai Tinggalkan Motor Bensin dan Beralih ke Motor Listrik
Bekasi - Tingkat kerawanan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Bekasi dilaporkan terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Maraknya kasus kehilangan sepeda motor membuat warga merasa semakin tidak aman saat beraktivitas sehari-hari.
Laporan kehilangan motor tercatat datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Perwira, kawasan Wisma Asri, hingga Kecamatan Medan Satria. Kejadian tersebut memicu keresahan warga yang khawatir kendaraan mereka menjadi sasaran pelaku kejahatan.
Warga menyebut aksi pencurian terjadi dengan cepat dan terencana. Pelaku diduga sudah mengamati kondisi lingkungan sebelum beraksi.
Jenis sepeda motor yang paling sering menjadi sasaran adalah motor matik populer seperti Honda PCX, Beat, dan Vario. Motor-motor tersebut dinilai mudah dijual kembali, sehingga menjadi incaran utama pelaku curanmor.
Ironisnya, kendaraan yang dicuri merupakan motor yang diklaim telah dibekali sistem pengamanan modern, termasuk teknologi keyless.
Namun di lapangan, sistem pengamanan tersebut dinilai belum efektif. Berdasarkan keterangan sejumlah korban, pelaku hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk membawa kabur sepeda motor.
Pelaku kerap menggunakan teknik khusus untuk menonaktifkan pengaman, kemudian menuntun motor dan membawa kabur dengan cara men-step kendaraan curian bersama teman pelaku menggunakan motor lainnya.
Keberadaan kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian juga tidak membuat pelaku gentar. Sejumlah aksi pencurian terekam jelas namun tetap terjadi.
Bahkan, beberapa kasus curanmor dilaporkan terjadi pada siang hari di area yang ramai dilalui warga.
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena sebagian pelaku disebut membawa senjata tajam saat beraksi, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan warga sekitar.
Dengan banyaknya laporan kehilangan, warga berharap kepolisian bertindak lebih proaktif dalam melindungi masyarakat serta memburu dan menangkap para pelaku curanmor.
Peningkatan patroli, pengungkapan jaringan pelaku, serta kehadiran polisi di titik rawan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Selain aparat keamanan, sorotan juga tertuju pada produsen kendaraan bermotor untuk menghadirkan inovasi teknologi pengamanan yang lebih efektif.
Warga menilai sistem pelacakan atau tracking berbasis teknologi perlu menjadi fitur standar, mengingat nilai kendaraan yang terus meningkat.
Di tengah situasi ini, sebagian warga mulai mencari alternatif kendaraan yang dianggap lebih aman dan efisien.
Motor listrik dengan fitur GPS dan sistem pelacakan jarak jauh mulai dilirik karena dinilai dapat memudahkan pemantauan apabila terjadi pencurian.
Perubahan preferensi ini menunjukkan menurunnya rasa aman terhadap motor berbahan bakar bensin yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat.
Warga berharap sinergi antara kepolisian, produsen kendaraan, dan masyarakat dapat segera terwujud untuk menekan angka curanmor di Bekasi.
Jika kondisi keamanan tidak segera membaik, masyarakat menilai peralihan ke kendaraan yang dianggap lebih aman akan terus berlanjut.
Baca Juga
Komentar