BNPB: 950 Tewas, 850 Ribu Mengungsi, Dua Kabupaten di Sumatera Utara Masih Terisolasi
JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkait dampak banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Senin (8/12/2025) pukul 10.48 WIB, total korban meninggal telah mencapai 950 orang.
BNPB juga mencatat sedikitnya lima ribu warga mengalami luka akibat rangkaian bencana yang terjadi sejak akhir November lalu. Jumlah korban masih mungkin bertambah seiring proses evakuasi yang belum sepenuhnya selesai.
Selain itu, sebanyak 274 orang masih dinyatakan hilang. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang masih sulit dijangkau.
Lebih dari 850 ribu orang kini terpaksa mengungsi. Mereka tersebar di ratusan titik pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri.
BNPB melaporkan bahwa total daerah terdampak mencapai 52 kabupaten dan kota. Kerusakan infrastruktur cukup masif dan menyulitkan mobilisasi bantuan ke beberapa wilayah.
Sebanyak 156 ribu rumah warga dilaporkan rusak. Selain itu, 435 jembatan dan lebih dari 1.200 fasilitas umum juga mengalami kerusakan.
Kerusakan juga terjadi pada sektor pendidikan. Sedikitnya 534 sekolah terdampak sehingga aktivitas belajar mengajar harus dihentikan sementara.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa data tersebut akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan. Ia menegaskan bahwa banyak area yang masih tertutup material longsor.
“Data ini sangat dinamis. Tim masih melakukan pencarian dan pembersihan, sehingga angka korban bisa berubah,” ujar Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Banda Aceh.
Di Sumatera Utara, dua kabupaten masih dilaporkan terisolasi hingga Minggu (7/12/2025). Kondisi ini menjadi perhatian serius BNPB karena kebutuhan logistik di wilayah tersebut sangat mendesak.
Wilayah yang masih terputus aksesnya adalah sebagian Kecamatan di Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara. Suharyanto menyebutkan masih ada tujuh desa yang belum dapat dijangkau kendaraan.
“Dari 18 kota terdampak, masih ada tujuh desa terisolasi,” kata Suharyanto dalam laporan yang disiarkan Sekretariat Presiden. Distribusi bantuan dilakukan melalui udara untuk mempercepat penanganan.
Pemerintah juga tengah mempercepat pembukaan jalur dari Tapanuli Utara menuju Sibolga. Jalur tersebut vital karena menjadi rute pengiriman logistik dalam jumlah besar.
Menurut laporan BNPB, tim gabungan telah berhasil menembus lebih dari 40 kilometer jalur yang sebelumnya tertutup longsor. Perbaikan terus dilakukan agar akses dapat pulih total dalam waktu dekat.
Presiden Prabowo sempat menanyakan kondisi akses menuju Mandailing Natal. Suharyanto menjelaskan bahwa jalur tersebut sudah dapat dilalui sepeda motor, meski kendaraan roda empat belum bisa melintas.
Bantuan logistik juga terus masuk melalui Bandara Silangit. Hingga kini, 193 ton bantuan telah terdistribusi, sementara buffer stock mencapai 165 ton untuk kebutuhan darurat.
Suharyanto menambahkan bahwa layanan komunikasi di Sumatera Utara telah kembali normal 100 persen. Sementara itu, pemulihan listrik telah mencapai 99,9 persen.
Hanya satu desa, yakni Desa Sorkang, yang masih mengalami pemadaman listrik karena wilayah tersebut masih terendam banjir. Desa Tuka yang sebelumnya padam kini telah menyala kembali.
Layanan air bersih juga mulai pulih. Di Mandailing Natal, operasional PDAM sudah berfungsi penuh, sementara di Tapanuli Selatan pemulihan mencapai 90 persen.
Meski demikian, sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah masih mengalami hambatan akibat akses darat yang belum terbuka sepenuhnya. Pemerintah memastikan ketersediaan alutsista di Sumut cukup untuk mendukung operasi lanjutan.
BNPB memperkirakan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Utara mencapai Rp12,88 triliun. Angka ini masih akan disesuaikan mengikuti verifikasi terakhir.
Pemerintah pusat memastikan bahwa percepatan pemulihan terus dilakukan untuk mengurangi dampak lanjutan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Baca Juga
Komentar