BFI Finance (BFIN) Diprediksi Lanjutkan Momentum Cuan Semester II/2025 Meski Laba Q2 Terdorong Tertekan
Pena Insight
Jakarta, 31 Juli 2025 — PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN) diproyeksikan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja di semester kedua tahun ini, meski mencatat penurunan laba pada kuartal II sekaligus menghadapi tantangan biaya kredit yang meningkat. Optimisme manajemen dan efek musiman menjadi dua katalis utama.
Pada paruh pertama 2025, BFI Finance berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp762,2 miliar, atau naik 11,1 % YoY, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan hingga Rp3,30 triliun, meningkat 6,2 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini seiring dengan kinerja piutang pembiayaan yang tumbuh 14–23 % YoY, terutama dari segmen kendaraan bermotor. Managed receivables perusahaan tercatat sebesar Rp25,6 triliun per Juni 2025, dominan di sektor otomotif.
Meskipun laba kuartal II mengalami penurunan hampir 9,9 % YoY, BFIN yakin bahwa tekanan ini bersifat temporer. Manajemen menilai penurunan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan biaya kredit yang telah mulai terpantau turun di semester berikutnya.
Kenaikan biaya kredit (cost of credit) pada kuartal I tercatat mencapai 4,4 %, seiring tekanan pada penagihan aset dan lembur mobilisasi tim lapangan. Namun analis Buana Capital menyebut bahwa biaya kredit diproyeksikan turun di semester II, sejalan dengan stabilnya rasio NPF di kisaran 1,3 %.
Manajemen juga optimis momentum alami bisnis multifinance—di mana kuartal ketiga dan keempat cenderung lebih kuat—akan mendukung pertumbuhan laba kembali. Optimisme ini kian diperkuat oleh fokus strategi Boy Thohir dan Jerry Ng dalam menjaga prospek bisnis jangka panjang.
Dukungan modal internal dan biaya operasional yang stabil memperkuat struktur keuangan. Rasio BOPO berhasil ditekan dari 72,8 % menjadi 71,5 %, mencerminkan efisiensi operasional yang meningkat.
Dalam hal ekuitas, BFIN mencatat peningkatan dari Rp10,18 triliun (Desember 2024) menjadi Rp10,52 triliun pada akhir Juni 2025. Komposisi total aset sedang mendekati Rp25,34 triliun, mencerminkan ekspansi yang terukur.
Analis dari Buana Capital kembali mempertahankan target harga saham Rp1.250 per saham, sambil menekankan pentingnya menjaga kualitas portofolio kredit dan efisiensi layanan digital sebagai pendorong margin berbunga bersih (NIM) ke depan.
Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, dan optimisme manajemen terkait momentum musiman dan penurunan CoC, BFI Finance dinilai siap melanjutkan tren positif di semester II/2025 — memperkuat kali ini bukan hanya soal bertahan, melainkan tumbuh lebih signifikan.
Baca Juga
Komentar