Banjir Kiriman Rendam Teluk Pucung, Ratusan Warga Terdampak, Polisi Siaga Evakuasi
Bekasi – Banjir kiriman kembali merendam wilayah Kota Bekasi. Kali ini, genangan air melanda permukiman warga di Kampung Lebak RW 02, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Selasa (5/5/2026) malam.
Banjir diduga merupakan kiriman dari wilayah hulu di Bogor yang menyebabkan debit air meningkat secara signifikan. Air mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 20.00 WIB dan terus mengalami kenaikan dalam beberapa jam berikutnya.
Dalam situasi tersebut, jajaran kepolisian melalui Bhabinkamtibmas turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus membantu warga terdampak.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, ketinggian air di sejumlah titik mencapai sekitar 100 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan memaksa sebagian warga untuk meninggalkan rumahnya.
Sekitar 150 kepala keluarga dilaporkan terdampak banjir, sementara 70 kepala keluarga lainnya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Lokasi pengungsian sementara dipusatkan di Mushola Jamiatul Khoir yang berada di wilayah Kampung Lebak RW 02.

Upaya penanganan banjir dilakukan secara terpadu oleh unsur 3 Pilar, yakni aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah kelurahan.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Teluk Pucung, Aiptu Sumarwanto, bersama unsur terkait terlihat aktif memberikan imbauan kepada warga agar segera melakukan evakuasi mandiri.
Petugas juga mengingatkan warga untuk memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi guna mengurangi potensi kerugian.
“Kami mengimbau warga untuk segera mengungsi ke tempat yang aman serta mengantisipasi kenaikan air,” demikian disampaikan di lokasi.
Berdasarkan perkiraan sementara, puncak banjir diprediksi terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Ketinggian air berpotensi meningkat hingga mencapai 200 sentimeter atau dua meter di beberapa titik rawan.
Kondisi ini membuat petugas tetap bersiaga penuh di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, termasuk proses evakuasi lanjutan apabila debit air terus meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih berjaga di lokasi untuk memantau perkembangan situasi.
Petugas tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga siap memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, termasuk evakuasi, pengamanan lingkungan, hingga distribusi bantuan darurat.
Kehadiran aparat di tengah kondisi banjir menjadi bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Secara terpisah, Kapolsek Bekasi Utara, AKP Tono Listianto, memastikan bahwa pihak kepolisian terus melakukan monitoring secara intensif.
Ia menegaskan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga terdampak.
“Kami terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan keselamatan warga serta memantau perkembangan situasi banjir,” ujarnya.
Banjir kiriman dari wilayah hulu seperti Bogor memang kerap menjadi ancaman bagi wilayah Bekasi, terutama saat curah hujan tinggi.
Kondisi geografis yang berada di daerah hilir membuat Bekasi menjadi wilayah yang rentan terdampak luapan air dari daerah lain.
Oleh karena itu, kewaspadaan menjadi hal utama, baik bagi pemerintah maupun masyarakat.
Pemerintah dan aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air.
Warga yang berada di daerah rawan diminta untuk segera mengungsi jika kondisi memburuk dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi terkait kondisi banjir agar dapat mengambil langkah antisipasi secara cepat.
Banjir kiriman yang melanda Teluk Pucung menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi.
Dengan keterlibatan aparat dan koordinasi lintas sektor, penanganan banjir diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Namun demikian, peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci dalam meminimalkan risiko serta memastikan keselamatan bersama.
Baca Juga
Komentar