Asia Bersiap Gaspol! Bursa Regional Ikuti Reli Global, Saham Teknologi dan Komoditas Jadi Motor
Jakarta - PenaInsight.com Bursa saham Asia diperkirakan kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (23/12/2025), seiring berlanjutnya reli global yang mendorong indeks saham dunia mencetak rekor penutupan baru.
Sentimen positif datang dari Wall Street yang ditutup menguat dalam tiga sesi berturut-turut, memperkuat optimisme investor menjelang akhir tahun.
Kontrak berjangka indeks saham Australia, Hong Kong, dan China daratan tercatat bergerak di zona hijau pada perdagangan awal, sementara indeks Jepang dibuka sedikit melemah.
Indeks saham global mencatatkan rekor penutupan baru pada Senin, menandai kelanjutan momentum bullish yang semakin solid memasuki pekan terakhir Desember.
Penguatan ini sekaligus menghapus pelemahan indeks S&P 500 sepanjang Desember, dengan indeks acuan AS tersebut berpeluang mencatatkan kenaikan selama delapan bulan berturut-turut, terpanjang sejak 2018.
Saham-saham perusahaan teknologi berkapitalisasi besar kembali menjadi motor penggerak, dipimpin oleh Tesla Inc dan Nvidia Corp yang mencatatkan kenaikan signifikan.
Mark Hackett dari Nationwide menilai pasar tengah memasuki fase akhir tahun yang kuat, didorong kombinasi faktor teknikal, ekspektasi stimulus, serta sentimen positif yang kian menguat.
“Semua bergerak menuju akhir tahun yang meriah. Ini menyiapkan penutupan tahun yang kuat dan awal tahun depan yang solid,” ujarnya.
Di sisi lain, meningkatnya selera risiko investor menekan pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat, yang mengalami aksi jual di seluruh tenor.
Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun naik sekitar dua basis poin, sementara obligasi 10 tahun meningkat satu basis poin ke kisaran 4,2%.
Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama, mendorong harga emas dan perak mencetak rekor tertinggi baru di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketegangan geopolitik.
Harga minyak mentah ikut menguat, dengan West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 2% setelah Amerika Serikat memperketat blokade terhadap Venezuela.
Penguatan harga minyak terjadi setelah pasukan AS menaiki sebuah kapal tanker dan mengejar kapal lainnya dalam beberapa pekan terakhir, usai penangkapan satu tanker.
Di pasar mata uang Asia, yen Jepang menguat setelah Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan negaranya memiliki kebebasan penuh untuk mengambil langkah tegas terhadap pergerakan mata uang yang tidak sejalan dengan fundamental.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal peringatan terkeras sejauh ini kepada para spekulator, di tengah pelemahan yen yang terjadi meskipun suku bunga telah dinaikkan.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar juga mencermati rilis data ekonomi penting, termasuk inflasi Singapura, pesanan mesin perkakas Jepang, serta pesanan ekspor Taiwan.
Di China, pengembang properti Vanke Co mendapatkan dukungan terakhir dari para kreditur untuk memperpanjang masa tenggang obligasi, yang membantu perusahaan menghindari potensi gagal bayar.
Analis pasar menilai reli akhir tahun atau Santa Claus Rally masih berpeluang terjadi, dengan sektor teknologi diprediksi menjadi penentu utama arah pasar.
Chris Larkin dari E*Trade Morgan Stanley menyebut sentimen positif terhadap saham teknologi berpotensi menjadi pembeda antara Desember yang berakhir positif atau negatif.
Dengan posisi investor di pasar saham yang terus meningkat dan tingkat kas manajer investasi berada di level terendah, pasar kini menanti arah kebijakan moneter The Fed yang diperkirakan akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali pada tahun depan.
Baca Juga
Komentar