Antusias Warga! Polisi Pantau Langsung Seleksi Relawan MBG di Bekasi Utara, Ini Tujuan Kemanusiaannya
KOTA BEKASI – Semangat gotong royong warga Bekasi Utara kembali terlihat nyata. Minggu siang (11/01/2026), puluhan calon relawan memadati area Dapur MBG Yayasan Binaul Ummah di Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara. Mereka mengikuti proses seleksi relawan untuk program MBG (Makanan Bergizi Gratis), sebuah inisiatif sosial yang bertujuan membantu masyarakat rentan mendapatkan akses makanan sehat dan layak.
Di tengah ramainya kegiatan, sosok berseragam Polri tampak aktif memantau jalannya seleksi. Ia adalah Bhabinkamtibmas Kelurahan Marga Mulya Polsek Bekasi Utara, Aipda Tukiran, yang turun langsung memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan sosial semacam ini bukan sekadar formalitas. Lebih dari itu, menjadi wujud nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program-program kemanusiaan yang berdampak langsung bagi warga.
“Monitoring ini dilakukan untuk memberikan rasa aman, sekaligus memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan. Kami mendukung penuh setiap inisiatif positif masyarakat,” ujar Aipda Tukiran di sela kegiatan.
Dapur MBG, Pusat Gerakan Kemanusiaan
Dapur MBG Yayasan Binaul Ummah yang menjadi lokasi seleksi, selama ini dikenal sebagai salah satu titik aktif gerakan sosial di wilayah Bekasi Utara. Program MBG sendiri merupakan bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu, anak-anak, serta lansia yang membutuhkan perhatian lebih.
Ketua panitia seleksi relawan Yayasan Binaul Ummah menjelaskan bahwa rekrutmen relawan dilakukan untuk memperkuat operasional dapur sosial yang setiap harinya menyiapkan dan menyalurkan paket makanan bergizi kepada warga sasaran.
“Kami butuh relawan yang punya semangat melayani. Tugasnya tidak hanya memasak, tetapi juga mendistribusikan, menjaga kebersihan, hingga mendata penerima manfaat. Program ini berjalan karena gotong royong,” ujarnya.
Seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendataan identitas, wawancara singkat terkait motivasi menjadi relawan, hingga pengarahan teknis mengenai sistem kerja dapur MBG. Antusiasme peserta terlihat tinggi. Sebagian besar datang dari kalangan pemuda setempat, ibu rumah tangga, hingga pekerja yang meluangkan waktu untuk kegiatan sosial.
Polisi Dukung Penuh Inisiatif Sosial
Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Imam Syafi’i, S.H., menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan masyarakat (binmas) sekaligus bentuk dukungan terhadap program kemanusiaan.
“Bhabinkamtibmas hadir untuk mendampingi setiap kegiatan warga. Seleksi relawan ini adalah kegiatan positif yang patut didukung. Kehadiran polisi memastikan situasi kondusif sekaligus mempererat komunikasi antara kepolisian, yayasan, dan masyarakat,” ujar Kompol Imam Syafi’i.
Menurutnya, sinergi antara Polri dan elemen masyarakat sangat penting untuk menciptakan stabilitas keamanan lingkungan. Ketika masyarakat aktif dalam kegiatan sosial, aparat berkewajiban hadir memberi dukungan dan pengamanan.
“Keamanan bukan hanya soal penindakan, tetapi juga soal hadir bersama masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan,” tambahnya.
Warga Sambut Baik Pengawasan dan Pendampingan
Sejumlah peserta seleksi mengaku merasa nyaman dengan kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi. Selain memberi rasa aman, kehadiran aparat juga dinilai membantu kelancaran acara.
“Alhamdulillah, suasana tertib. Kami jadi lebih tenang mengikuti seleksi. Semoga bisa lolos dan ikut membantu sesama,” kata Rina (27), salah satu peserta seleksi relawan.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus didukung semua pihak, termasuk aparat keamanan, agar program sosial dapat berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Kami bersyukur ada program MBG di lingkungan kami. Kehadiran polisi memantau kegiatan juga menunjukkan perhatian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Situasi Kondusif Hingga Kegiatan Usai
Berdasarkan laporan dari Aipda Tukiran, kegiatan seleksi relawan berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga sore hari. Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kendala berarti. Lingkungan Kp. Teluk Buyung tetap dalam kondisi aman, tertib, dan terkendali.
Panitia pun memastikan bahwa para peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pembekalan lanjutan sebelum terjun langsung dalam operasional dapur MBG. Dengan tambahan tenaga relawan baru, diharapkan layanan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat bisa semakin optimal.
Kolaborasi untuk Kepedulian Sosial
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara lembaga sosial, masyarakat, dan kepolisian dapat melahirkan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Program MBG bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang kepedulian, solidaritas, dan semangat membantu sesama.
Dengan adanya pengawasan dan pendampingan dari Bhabinkamtibmas, setiap aktivitas sosial di wilayah Bekasi Utara diharapkan dapat berjalan aman sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Ke depan, Polsek Bekasi Utara menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan yang membawa manfaat luas, khususnya yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang masih dirasakan sebagian masyarakat, gerakan seperti MBG menjadi secercah harapan. Dan ketika aparat keamanan, lembaga sosial, serta warga bersatu, kepedulian tak lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata di lapangan.
Baca Juga
Komentar