7 Atpol Negara Sahabat Hadiri Apel Kasatwil 2025, Polri Tegaskan Komitmen Perkuat Keamanan Global
JAKARTA – Apel Kasatwil Polri 2025 menjadi momentum penting bagi Korps Bhayangkara dalam memperkuat kerja sama keamanan internasional. Dalam kegiatan tersebut, Polri mengundang sepuluh atase kepolisian (Atpol) negara sahabat sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas global.
Dari sepuluh undangan, tujuh Atpol hadir langsung di lokasi acara. Mereka berasal dari Kepolisian Australia, Amerika Serikat melalui FBI, China, Filipina, Jepang, Malaysia, dan Prancis. Kehadiran mereka disebut menunjukkan dukungan terhadap upaya Polri memperkuat jejaring keamanan internasional.
Apel tersebut menjadi wadah pertukaran pemikiran terkait kebijakan keamanan, penegakan hukum, serta dinamika ancaman global yang terus berkembang. Kehadiran para delegasi asing memberikan ruang belajar bersama mengenai standar dan praktik kepolisian modern.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa Polri juga mengundang Kepolisian Hong Kong dalam agenda tersebut. Kehadiran mereka dimaksudkan sebagai narasumber terkait model penanganan aksi unjuk rasa di wilayah mereka.
Menurut Kapolri, Polri tengah menyiapkan pembaruan signifikan dalam penanganan demonstrasi. Doktrin yang selama ini berorientasi pada pengamanan akan diarahkan menjadi pola pelayanan yang lebih menghormati hak publik untuk berpendapat.
“Ke depannya kita mengubah doktrin dari yang tadinya menjaga menjadi melayani,” ujar Jenderal Sigit. Ia menegaskan bahwa pendekatan baru itu selaras dengan komitmen Polri menjaga kebebasan berekspresi yang dijamin undang-undang.
Meski demikian, Polri tetap menyiapkan penanganan khusus jika aksi massa berpotensi menimbulkan kerusuhan. Sigit menekankan bahwa langkah antisipatif diperlukan demi menjaga fasilitas publik dan stabilitas sektor ekonomi.
“Jika tidak kita kendalikan, tentu akan berdampak pada stabilitas kamtibmas dan terganggunya fasilitas publik serta sektor ekonomi,” kata Sigit. Ia menjelaskan bahwa isu ini menjadi bagian penting dalam evaluasi Apel Kasatwil 2025.
Pada apel bertajuk Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat itu, para kapolda dan kapolres dijadwalkan mengikuti kegiatan selama tiga hari di Satlat Brimob Cikeas. Mereka akan bermalam di tenda sebagai bentuk penguatan soliditas internal.
Sigit menjelaskan bahwa kegiatan dirancang untuk menanamkan kembali nilai dasar kepolisian, termasuk Tribrata dan Catur Prasetya. Nilai-nilai tersebut dianggap sebagai fondasi moral dalam menjalankan tugas negara di bidang harkamtibmas dan penegakan hukum.
Menurut Kapolri, pemahaman terhadap nilai dasar itu harus terus diperbarui seiring meningkatnya tantangan keamanan. Ia menilai peningkatan profesionalisme personel merupakan kunci menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks.
Beberapa peserta apel menilai lokasi di Cikeas memberi suasana pelatihan yang lebih mendalam. Interaksi langsung antar-pimpinan wilayah juga dinilai memperkuat kekompakan dalam menyusun strategi keamanan.
Pada kesempatan itu, Kapolri turut menyinggung perkembangan isu-isu baru yang membutuhkan penyesuaian kebijakan. Pemberlakuan KUHP baru menjadi salah satu tantangan yang harus direspons cepat oleh jajaran Polri.
Ia menegaskan bahwa transformasi Polri tidak hanya menyangkut pembaruan doktrin, tetapi juga bagaimana pelayanan publik dapat semakin mudah diakses. Polri disebut ingin menghadirkan layanan yang responsif, adaptif, dan sesuai harapan masyarakat.
Selain memperkuat doktrin dan kebijakan lapangan, Apel Kasatwil 2025 disebut menjadi momentum konsolidasi besar-besaran. Seluruh kapolda dan kapolres diharapkan mampu menyerap materi dan meneruskan semangat reformasi ke jajaran masing-masing.
Dengan kehadiran atase kepolisian negara sahabat, Polri berharap dapat memperluas jaringan kerja sama internasional yang berorientasi pada keamanan regional dan global. Upaya itu juga diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.
Apel yang berlangsung selama tiga hari tersebut dipandang sebagai momen penting dalam memperkuat profesionalisme dan integritas kepolisian. Polri menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.
Baca Juga
Komentar