Wawali Bekasi Ajak Aparatur Perkuat Layanan Publik dan Keamanan Kota
KOTA BEKASI — Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memimpin apel pagi, dengan pesan penguatan pelayanan publik, keamanan lingkungan, serta percepatan program penanganan stunting. Apel yang diikuti jajaran OPD, camat, lurah, dan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, pada Senin, 24 November 2025.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan kabar menggembirakan bahwa Kota Bekasi meraih penghargaan sebagai kabupaten/kota terbaik ketiga dalam penurunan prevalensi stunting di bawah angka 14 persen.
Ia menekankan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara OPD, camat, lurah, masyarakat, serta peran aktif posyandu. Menurutnya, komitmen membina generasi muda agar terhindar dari stunting harus terus dipertahankan.
Wawali menyebut salah satu faktor yang turut mendukung penurunan angka stunting adalah program makan bergizi gratis yang diluncurkan oleh pemerintah pusat. Ia optimistis kondisi stunting nasional dapat terus ditekan.
Harris juga memberikan ucapan selamat kepada penerima Penghargaan Kompetensi Ekosistem Cerdas 2045 yang memenangkan lima kategori, yaitu Smart Government, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, serta Smart Entrepreneur. Ia menyebut bahwa inovasi para pemenang menjadi contoh bagi perangkat daerah lainnya.
Selain itu, ia mengapresiasi para insan berprestasi dari Kota Bekasi yang berhasil meraih sejumlah penghargaan nasional. “Mereka telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa,” ucapnya.
Memasuki tema pelayanan publik, Harris kembali mengingatkan pentingnya semangat aparatur dalam memberikan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh pegawai untuk tidak hanya hadir sebagai petugas administrasi, tetapi juga penjaga harapan publik.
Dalam pidatonya, ia menyoroti peningkatan kasus kekerasan remaja, perundungan di sekolah, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Situasi ini, menurutnya, merupakan “alarm serius” yang harus direspons secara kolektif oleh pemerintah dan masyarakat.
Ia meminta para camat dan lurah untuk menggerakkan patroli malam di titik-titik rawan serta memperkuat koordinasi dengan RT dan RW. Dinas terkait juga diminta segera memetakan wilayah yang belum memiliki CCTV dan PJU.
Sektor pendidikan tidak luput dari perhatian. Harris menekankan perlunya peningkatan edukasi karakter, monitoring perilaku, dan pelayanan konseling di sekolah. “Keamanan dan keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Terkait pengelolaan anggaran, ia menegaskan agar OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan yang masih tertunda dengan tetap menjaga akuntabilitas dan kualitas pekerjaan. Program harus berorientasi pada dampak, bukan sekadar mengejar realisasi serapan.
Ia juga menyoroti program hibah RW Keren yang masih belum diajukan oleh sebagian RW. Camat dan lurah diminta turun langsung untuk melakukan pendampingan agar proposal dapat segera diproses dan direalisasikan.
Harris memberikan apresiasi kepada OPD yang responsif terhadap pengaduan masyarakat. Namun ia menegaskan kembali bahwa standar respon maksimal 24 jam harus diterapkan. “Jika belum dapat diselesaikan, berikan penjelasan yang jelas dan transparan,” ucapnya.
Aduan dari media sosial, katanya, tidak boleh hanya dibaca. Setiap laporan wajib ditindaklanjuti dan progresnya dilaporkan secara terbuka melalui media sosial maupun kanal resmi pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Wawali juga memuji kinerja tim Damkar Kota Bekasi yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi. Ia menyebut Damkar sebagai instansi yang menangani beragam laporan mulai dari hewan liar hingga kebakaran. Pemerintah disebut akan memberikan apresiasi khusus bagi mereka.
Harris kemudian mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Bekasi City Movement Vision. Ia menyampaikan rasa gembira melihat kreativitas para kepala OPD yang tampil dalam kegiatan catwalk penutup acara tersebut.
Menjelang akhir pidato, ia menyampaikan informasi mengenai tambahan kuota haji untuk Kota Bekasi. Tambahan kuota ini mempercepat keberangkatan calon jemaah tahun 2027 menjadi 2026. Ia berterima kasih kepada lurah dan tim terkait yang telah melakukan pendataan langsung hingga dari pintu ke pintu.
Mengakhiri sambutan, Harris mengajak seluruh aparatur untuk menjaga integritas, kecepatan, dan akuntabilitas dalam memberikan pelayanan. Ia berharap Kota Bekasi terus menjadi kota yang aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warga.
Baca Juga
Komentar