Tri Adhianto Respons Dugaan Bullying Siswa Alexandria Islamic School Bekasi, Disdik Diminta Tindak Tegas
BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merespons kasus dugaan bullying yang dialami seorang siswa di Alexandria Islamic School, Kota Bekasi.
Tri mengatakan telah meminta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi untuk mengecek langsung persoalan tersebut dan melihat kondisi di sekolah.
“Oh, saya sudah minta Kepala Disdik untuk melihat ke sana,” kata Tri, Senin (28/9/2026).
Menurut Tri, persoalan tersebut diharapkan dapat diselesaikan dengan baik oleh pihak terkait. Ia juga meminta kasus tersebut menjadi bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Saya kira itu nanti diselesaikan secara internal, dan itu tentu bagian dari evaluasi agar hal tersebut bisa dihindari,” ujarnya.
Tri menilai pengawasan di lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap siswa.
Menurutnya, pihak sekolah memiliki tanggung jawab dalam melakukan monitoring dan pengawasan terhadap aktivitas peserta didik.
“Ini kan perlu adanya pengawasan. Ini sebetulnya kontribusinya lebih kepada sekolah, bagaimana mereka melakukan monitoring, pengawasannya,” jelasnya.
Selain sekolah, Tri menilai orang tua juga memiliki peran penting dalam mencegah perilaku kekerasan pada anak.
Ia mengatakan orang tua perlu memberikan keteladanan kepada anak sekaligus menanamkan nilai empati dan kemampuan bersosialisasi yang baik.
“Orang tua juga memberikan satu proses keteladanan bahwa mereka memiliki sifat hidup dengan empati, mereka memiliki sosialisasi yang baik,” ujarnya.
Tri juga menyoroti pengaruh penggunaan gawai dan paparan konten kekerasan yang dapat diakses anak melalui ruang digital.
Menurutnya, pendampingan orang tua terhadap penggunaan gawai diperlukan agar anak dapat memahami bahwa perilaku kekerasan bukan sesuatu yang wajar.
“Gadget itu hari ini sangat masuk ke dalam ruang-ruang kehidupan mereka. Mereka melihat bahwa itu sering terjadi sehingga mengakibatkan itu menjadi sesuatu yang benar,” kata Tri.
Ia menilai paparan kekerasan yang berulang melalui berbagai konten dapat memengaruhi cara anak memandang perilaku tersebut apabila tidak mendapatkan pendampingan yang tepat.
Karena itu, Tri menekankan pencegahan kekerasan terhadap anak tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak.
Pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat dinilai perlu memiliki kesadaran serta mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
“Jadi ini saya kira harusnya menjadi satu kesadaran bagi kita semua, baik itu pemerintah, warga masyarakat, juga warga sekolah,” ujarnya.
Tri berharap persoalan dugaan bullying tersebut dapat ditangani secara baik sekaligus menjadi evaluasi bagi pihak sekolah dalam memperkuat sistem pengawasan dan perlindungan terhadap siswa.
Baca Juga
Komentar