Terbaru! 20 Saham Gocap Market Cap Jumbo, GOTO Pimpin dengan Rp57 Triliun
JAKARTA – Fenomena saham gocap kembali menjadi sorotan di pasar modal Indonesia. Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terakhir pekan lalu, sejumlah saham yang ditutup di level Rp50 per saham ternyata memiliki kapitalisasi pasar atau market cap hingga triliunan rupiah.
Data perdagangan 25 September 2026 menunjukkan sedikitnya 20 saham yang berada di harga Rp50 dengan kapitalisasi pasar terbesar. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berada di posisi teratas dengan market cap mencapai sekitar Rp57,02 triliun.
Fenomena ini menjadi semakin menarik karena perdagangan 28 September 2026 menandai berlakunya aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan batas harga minimum saham dari sebelumnya Rp50 menjadi Rp1 per saham.
IHSG Tertekan, Saham Gocap Masuk Perhatian
Pada Jumat (25/9/2026), IHSG ditutup melemah 0,90% atau 56,72 poin ke level 6.241,89. Dalam perdagangan tersebut, IHSG bergerak pada rentang 6.231,83 hingga 6.328,41.
Pelemahan indeks tersebut menjadi latar belakang ketika perhatian pasar beralih kepada saham-saham yang masih berada di level Rp50.
Istilah gocap sendiri merujuk pada saham yang diperdagangkan pada harga Rp50. Sebelum perubahan aturan BEI, Rp50 merupakan batas harga terendah saham di pasar reguler dan pasar tunai.
Namun, mulai Senin (28/9), batas tersebut berubah menjadi Rp1. BEI menyebut perubahan itu memberikan ruang harga yang lebih luas sehingga proses pembentukan harga atau price discovery dapat berjalan lebih fleksibel.
GOTO Jadi Saham Gocap dengan Market Cap Terbesar
Berdasarkan data Kiwoom Sekuritas Indonesia untuk perdagangan 25 September 2026, GOTO menjadi saham dengan harga Rp50 yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar.
Market cap GOTO tercatat sekitar Rp57,028 triliun, meskipun harga sahamnya berada di level Rp50.
Posisi berikutnya ditempati PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp9,290 triliun.
Sementara itu, PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) berada di urutan ketiga dengan market cap sekitar Rp5,365 triliun. Data tersebut juga menunjukkan bahwa harga saham yang berada di level Rp50 tidak otomatis berarti kapitalisasi perusahaan hanya bernilai kecil.
Daftar 20 Saham Gocap dengan Market Cap Terbesar
Berikut daftar 20 saham yang ditutup pada harga Rp50 dengan kapitalisasi pasar terbesar berdasarkan data perdagangan 25 September 2026:
| No | Kode | Emiten | Market Cap |
|---|---|---|---|
| 1 | GOTO | GoTo Gojek Tokopedia Tbk | Rp57,028 T |
| 2 | BBKP | Bank KB Indonesia Tbk | Rp9,290 T |
| 3 | KPIG | MNC Tourism Indonesia Tbk | Rp5,365 T |
| 4 | LPKR | Lippo Karawaci Tbk | Rp3,544 T |
| 5 | CPRO | Central Proteina Prima Tbk | Rp2,978 T |
| 6 | BABP | Bank MNC Internasional Tbk | Rp2,200 T |
| 7 | BCAP | MNC Kapital Indonesia Tbk | Rp2,130 T |
| 8 | NETV | MDTV Media Technologies Tbk | Rp2,068 T |
| 9 | PNBS | Bank Panin Dubai Syariah Tbk | Rp1,921 T |
| 10 | BKSW | Bank QNB Indonesia Tbk | Rp1,740 T |
| 11 | BSBK | Wulandari Bangun Laksana Tbk | Rp1,254 T |
| 12 | MDLN | Modernland Realty Tbk | Rp626 M |
| 13 | HOKI | Buyung Poetra Sembada Tbk | Rp483 M |
| 14 | MAXI | Maxindo Karya Anugerah Tbk | Rp480 M |
| 15 | WEGE | Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk | Rp478 M |
| 16 | DADA | Diamond Citra Propertindo Tbk | Rp371 M |
| 17 | REAL | Repower Asia Indonesia Tbk | Rp331 M |
| 18 | ATLA | Atlantis Subsea Indonesia Tbk | Rp309 M |
| 19 | ASHA | Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk | Rp250 M |
| 20 | EPAC | Megalestari Epack Sentosaraya Tbk | Rp165 M |
Data utama daftar tersebut berasal dari Kiwoom Sekuritas Indonesia sebagaimana dikutip dalam laporan perdagangan 25 September 2026.
Harga Minimum Saham Kini Turun Menjadi Rp1
Perubahan besar di pasar modal terjadi mulai Senin, 28 September 2026.
BEI resmi memberlakukan batas harga minimum saham menjadi Rp1 per lembar, dari sebelumnya Rp50. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan seluruh Anggota Bursa telah siap menjalankan perubahan tersebut.
BEI menjelaskan bahwa perubahan tersebut bertujuan memberikan rentang perdagangan yang lebih luas bagi saham yang sebelumnya tertahan di harga Rp50.
Dengan demikian, saham yang sebelumnya tidak memiliki ruang untuk bergerak lebih rendah kini dapat menemukan harga baru berdasarkan mekanisme supply dan demand.
Perubahan ini juga disertai penyesuaian batas Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB).
Saham Rp50 Tidak Otomatis Berarti Murah
Perubahan batas harga minimum menjadi Rp1 membuat investor perlu membedakan antara harga per saham dan nilai perusahaan.
Harga Rp50 merupakan harga satu lembar saham, sedangkan market cap mencerminkan nilai kapitalisasi perusahaan yang dihitung berdasarkan harga saham dan jumlah saham beredar.
Karena itu, saham berharga Rp50 dapat memiliki kapitalisasi pasar yang besar apabila jumlah saham beredarnya juga besar.
Sebaliknya, harga saham yang lebih tinggi tidak otomatis berarti kapitalisasi pasarnya lebih besar.
Faktor lain seperti jumlah saham beredar, fundamental perusahaan, kinerja keuangan, likuiditas dan prospek bisnis tetap menjadi bagian penting dalam membaca suatu emiten.
Analis Ingatkan Risiko Volatilitas
Perubahan batas minimum harga saham juga mendapat perhatian dari pelaku pasar.
Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai kebijakan harga minimum Rp1 memiliki potensi meningkatkan likuiditas dan membantu proses pembentukan harga yang lebih fleksibel.
Namun, ia juga mengingatkan adanya risiko berupa capital loss, volatilitas spekulatif pada saham berharga rendah, serta potensi persepsi bahwa saham dengan harga nominal kecil otomatis merupakan saham murah.
Sementara itu, Senior Technical Analyst M Nafan Aji Gusta menilai dampak perubahan aturan tersebut lebih berkaitan dengan mekanisme pasar secara keseluruhan daripada menjadi katalis langsung terhadap IHSG.
Menurut Nafan, penurunan batas minimum dari Rp50 menjadi Rp1 memberikan ruang pergerakan harga yang lebih luas berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran.
Namun, saham dengan harga rendah tetap memiliki risiko volatilitas yang perlu diperhatikan, khususnya ketika likuiditas terbatas atau tekanan jual tinggi.
Ia menekankan bahwa saham yang sebelumnya tertahan di Rp50 tidak otomatis menjadi murah hanya karena kini memiliki ruang untuk bergerak di bawah Rp50.
Investor tetap perlu memperhatikan fundamental, likuiditas, free float, kinerja keuangan dan prospek bisnis perusahaan.
Era Baru Saham Gocap Dimulai
Dengan diberlakukannya batas harga minimum Rp1, era saham yang mentok di Rp50 memasuki babak baru.
Saham yang selama ini tertahan pada level gocap kini memiliki ruang untuk membentuk harga baru sesuai mekanisme pasar.
Namun, perubahan tersebut juga membuat pergerakan saham berharga rendah menjadi perhatian baru bagi investor. Harga nominal yang kecil tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran untuk menentukan nilai sebuah perusahaan.
Daftar 20 saham gocap dengan market cap jumbo pada perdagangan 25 September 2026 menunjukkan fenomena tersebut dengan jelas. GOTO, misalnya, memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp57 triliun meski harga sahamnya berada di level Rp50.
Dengan aturan baru yang mulai berlaku hari ini, Senin (28/9/2026), pasar akan memasuki fase baru dalam mekanisme perdagangan saham berharga rendah. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika permintaan dan penawaran masing-masing saham.
Baca Juga
Komentar