Terbaru Wakapolri Salurkan 1.000 Paket Bansos untuk Petani Bawang Putih di Cianjur
CIANJUR – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyalurkan 1.000 paket bantuan sosial (bansos) kepada petani dan masyarakat di kaki Gunung Gede Pangrango, tepatnya di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Bantuan tersebut diberikan terutama kepada petani yang tengah menjalankan program tanam serentak bawang putih bersama dua gabungan kelompok tani (Gapoktan) di wilayah tersebut. Paket bansos berisi kebutuhan pokok untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama masa tanam.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban petani sehingga mereka dapat lebih fokus menjalankan kegiatan pertanian.
“Semoga bantuan ini bisa membantu para petani. Dengan kebutuhan yang tercukupi dapat fokus pada bertani bawang putih, sehingga hasil panennya dapat melimpah,” kata Dedi, Rabu (19/8/2026).
Menurut Dedi, bantuan sosial menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya kelompok petani yang tengah mendukung program pemerintah di sektor pertanian.
Ia mengaku turut merasakan kebahagiaan ketika melihat antusiasme petani dan masyarakat yang menerima bantuan.
“Melihat raut bahagia dari petani dan masyarakat, tentu jadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Dan juga membuktikan Polri terus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain memberikan bantuan sosial, Dedi meninjau pelaksanaan program tanam serentak bawang putih yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada komoditas tersebut di Indonesia.
Cianjur merupakan salah satu dari 14 daerah di Jawa Barat yang dipilih untuk menjalankan program tanam serentak bawang putih.
Program tersebut melibatkan sejumlah unsur, termasuk PTPN, Dinas Pertanian, serta gabungan kelompok tani. Pada tahap awal, lahan yang telah disiapkan untuk ditanami bawang putih mencapai 44,58 hektare.
Dedi mengatakan luas lahan tersebut masih berpotensi bertambah secara bertahap seiring dengan perkembangan program dan kesiapan lahan di wilayah Cianjur.
“Luasan lahan ini akan terus berkembang secara bertahap,” katanya.
Program tanam serentak tersebut ditargetkan mulai memberikan hasil dalam beberapa bulan mendatang. Dari lahan yang telah disiapkan pada tahap awal, produksi bawang putih diproyeksikan mencapai sekitar 450 ton dalam waktu kurang lebih empat bulan.
“Jumlah produksinya juga akan bertambah seiring penambahan lahan. Hingga target swasembada bawang putih terwujud,” ujar Dedi.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi bawang putih nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi petani dan masyarakat yang terlibat langsung dalam proses budidaya.

Dengan dukungan lahan, pendampingan, serta keterlibatan kelompok tani, pengembangan komoditas bawang putih di Cianjur diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pemberian bansos kepada petani juga menjadi bagian dari dukungan sosial selama proses tanam berlangsung. Ketersediaan kebutuhan pokok diharapkan membantu petani tetap produktif hingga memasuki masa panen.
Pemerintah bersama Polri dan pemangku kepentingan terkait terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui optimalisasi lahan dan penguatan kelompok tani.
Cianjur dengan kondisi geografis yang mendukung sektor hortikultura dinilai memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap peningkatan produksi bawang putih di Jawa Barat.
Melalui program tanam serentak, penambahan luas lahan, serta dukungan terhadap petani, produksi bawang putih diharapkan terus meningkat hingga kebutuhan nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Baca Juga
Komentar