Terbaru Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
JAKARTA – Tim Bulutangkis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Dalam ajang Southeast Asia (SEA) Police Badminton Championship 2026 yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, kontingen Polri tampil gemilang dengan meraih empat medali emas dan dua medali perak, sekaligus menegaskan dominasi Indonesia di arena bulutangkis kepolisian Asia Tenggara.
Kejuaraan yang berlangsung pada 26 hingga 31 Mei 2026 itu mempertemukan atlet-atlet terbaik dari institusi kepolisian negara-negara Asia Tenggara. Persaingan berlangsung ketat karena setiap negara menurunkan personel pilihan yang memiliki kemampuan dan pengalaman bertanding di berbagai kompetisi nasional maupun internasional.
Meski menghadapi lawan tangguh dari sejumlah negara peserta, Tim Bulutangkis Polri mampu menunjukkan kualitas permainan yang konsisten sejak babak penyisihan hingga partai final.
Prestasi pertama yang berhasil diraih adalah gelar juara pada sektor beregu. Tim Bulutangkis Polri sukses menembus partai puncak dan berhadapan dengan tuan rumah Kamboja yang mendapat dukungan penuh dari para pendukungnya.
Namun tekanan tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet Polri. Dengan permainan disiplin dan strategi yang matang, tim Indonesia berhasil mengatasi perlawanan Kamboja dan memastikan medali emas pertama bagi kontingen Polri.
Keberhasilan di nomor beregu menjadi modal penting yang meningkatkan kepercayaan diri para atlet saat memasuki pertandingan sektor perorangan.
Dominasi Indonesia semakin terlihat pada nomor tunggal putra. Dua atlet Polri, Bripda Gilang Ramadhan dan Bripda Muh Asqar Harianto, berhasil menyingkirkan lawan-lawannya dari berbagai negara hingga mencapai babak final.
Partai final yang mempertemukan sesama atlet Indonesia memastikan medali emas dan perak menjadi milik Polri.
Dalam pertandingan tersebut, Bripda Gilang Ramadhan tampil impresif dan berhasil mengalahkan rekannya, Bripda Muh Asqar Harianto. Hasil ini membuat Gilang berhak atas medali emas, sementara Asqar membawa pulang medali perak.
Pertemuan dua atlet Polri di final sekaligus menjadi bukti kuat bahwa kualitas pemain Indonesia berada di atas rata-rata peserta lainnya dalam kejuaraan tersebut.
Tidak hanya pada nomor tunggal, dominasi Tim Bulutangkis Polri juga berlanjut di sektor ganda putra.
Babak final kembali mempertemukan dua pasangan dari Indonesia setelah keduanya berhasil mengalahkan wakil-wakil dari negara lain di babak sebelumnya.
Pasangan Bripda Robby Maulana dan Bripda Muh Asqar Harianto menghadapi pasangan Bripda Gilang Ramadhan dan Bripda Kleopas Binar Putra Prakoso dalam laga puncak yang berlangsung sengit.
Setelah melalui pertandingan penuh tensi tinggi, pasangan Robby-Asqar berhasil keluar sebagai pemenang dan meraih medali emas. Sementara pasangan Gilang-Kleopas harus puas dengan medali perak.
Hasil tersebut kembali menegaskan superioritas atlet Polri yang mampu menguasai podium pada sektor ganda putra.
Kesuksesan kontingen Polri belum berhenti sampai di situ. Pada sektor ganda campuran, pasangan Bripda Desima Aqmar Syarafina dan Bripda Kleopas Binar Putra Prakoso berhasil mempersembahkan medali emas tambahan.
Di partai final, pasangan Indonesia menghadapi wakil Kepolisian Vietnam, Le Min Thai dan Bui Bich Van.
Dengan kerja sama yang solid dan permainan agresif sejak awal pertandingan, pasangan Desima-Kleopas mampu mengendalikan jalannya laga dan akhirnya keluar sebagai juara.
Kemenangan ini sekaligus menjadi medali emas keempat yang berhasil diraih Tim Bulutangkis Polri dalam kejuaraan tersebut.
Keberhasilan meraih empat medali emas dan dua medali perak tidak terlepas dari sistem pembinaan olahraga yang terus dikembangkan oleh Polri.
Selama beberapa tahun terakhir, Polri tidak hanya fokus pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap pengembangan prestasi anggota di bidang olahraga.
Bulutangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang secara konsisten menghasilkan atlet-atlet berprestasi di lingkungan Polri. Dukungan terhadap latihan, kompetisi internal, serta pembinaan berjenjang menjadi faktor penting yang mendorong lahirnya atlet-atlet berkualitas.
Prestasi di SEA Police Badminton Championship 2026 menjadi bukti bahwa investasi pembinaan tersebut membuahkan hasil yang membanggakan.
Dalam ajang bergengsi ini, Polri mengirimkan 10 personel yang terdiri dari tujuh atlet dan tiga pendamping.
Mereka adalah:
- AKBP Dewa Putu Prima
- AKBP Yanto Mulyanto
- AKP Dr. Fauzy Pratama
- AKP Afandy Dwi Takdir
- AKP Bernadus Bagas Simarmata
- Bripda Robby Maulana
- Bripda Muh Asqar Harianto
- Bripda Kleopas Binar Putra Prakoso
- Bripda Desima Aqmar Syarafina
- Bripda Gilang Ramadhani
Kehadiran para official dan pelatih juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesiapan mental serta strategi para atlet selama mengikuti kompetisi.
Perwakilan tim, AKBP Yanto Mulyanto, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih kontingen Polri di Kamboja.
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh atlet, pelatih, official, dan dukungan berbagai pihak yang terus memberikan motivasi selama kejuaraan berlangsung.
“Alhamdulillah, tim bulutangkis Polri berhasil meraih juara pertama. Ini hasil kerja keras seluruh pemain, official, dan dukungan semua pihak. Kami bangga bisa mengharumkan nama Indonesia dan Polri di ajang kepolisian Asia Tenggara,” ujarnya.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi anggota Polri lainnya untuk terus berprestasi, baik dalam tugas kepolisian maupun di bidang olahraga.
Keberhasilan memborong empat medali emas dan dua perak di SEA Police Badminton Championship 2026 juga menjadi bukti bahwa Indonesia masih menjadi kekuatan utama bulutangkis di kawasan Asia Tenggara, termasuk di lingkungan institusi kepolisian.
Baca Juga
Komentar