Terapis Muda Ditemukan Tewas di Kamar Kos Bekasi, Polisi Selidiki Botol Pembersih dan Rekaman CCTV
KOTA BEKASI — Warga Bekasi Selatan digegerkan dengan penemuan seorang perempuan muda yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kayuringin, Bekasi Selatan, Kamis (8/1/2026) dini hari.
Korban diketahui berinisial SM (23), seorang perempuan yang berprofesi sebagai terapis di sebuah tempat spa. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu.
“Informasinya yang bersangkutan bekerja sebagai terapis di sebuah tempat spa,” ujar AKBP Braiel kepada awak media, Kamis siang.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 03.15 WIB. Korban ditemukan oleh pihak keluarga yang datang ke lokasi bersama pengurus kos setelah sebelumnya tidak dapat dihubungi sejak siang hari.

Kasat Reskrim menjelaskan, awalnya saksi Agus Sunandar yang merupakan keluarga korban mendapat permintaan dari ibu kandung korban untuk mengecek keberadaan SM karena nomor ponselnya tidak aktif.
Sekitar pukul 20.26 WIB, Agus Sunandar mendatangi lokasi kos korban. Namun, saat pintu kamar diketuk berulang kali, tidak ada respons dari dalam kamar.
Merasa curiga, Agus kemudian meminta bantuan pengurus kos, Dede Rahmat Hidayat, untuk memastikan kondisi korban. Keduanya kemudian mencoba membuka pintu kamar.
Saat dicek, pintu kamar kos korban dalam kondisi terkunci dari dalam. Pengurus kos akhirnya membuka pintu menggunakan kunci duplikat yang dimiliki.
“Ketika pintu dibuka, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” ungkap AKBP Braiel.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP awal dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Jasad korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi atas permintaan keluarga guna memastikan penyebab pasti kematian.
“Hingga saat ini keluarga sudah membuat laporan resmi ke Polres Metro Bekasi Kota, dan kami masih mendalami penyebab kematian korban,” jelasnya.
Dalam proses olah TKP, polisi menemukan satu botol cairan pembersih lantai di dalam kamar korban. Selain itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) di area kos juga turut diamankan.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan adanya keterkaitan langsung antara cairan tersebut dengan kematian korban.
“Kami masih menunggu hasil autopsi. Apakah yang bersangkutan mengonsumsi cairan tersebut atau ada faktor lain, semua masih didalami,” kata AKBP Braiel.
Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban yang mengarah pada tindak pidana penganiayaan.
Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk keluarga korban, pengurus kos, serta pihak-pihak lain yang terakhir kali berinteraksi dengan korban.
Selain itu, ditemukan pula muntahan di sekitar jasad korban. Sampel muntahan tersebut telah dibawa ke laboratorium forensik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan laboratorium dan autopsi diharapkan dapat memberikan gambaran utuh terkait penyebab kematian korban.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat usia korban yang masih muda dan belum adanya kepastian mengenai faktor kematian.
AKBP Braiel memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan profesional untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil resmi pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian diumumkan.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mengumpulkan alat bukti tambahan guna memastikan apakah kematian korban murni disebabkan faktor medis, kecelakaan, atau kemungkinan lain yang memerlukan penanganan hukum lebih lanjut.
Baca Juga
Komentar