Santunan Anak Yatim di Bekasi: Wawali Harris Bobihoe Tegaskan Peran DKM Tak Sekadar Dakwah, Tapi Menebar Manfaat Sosial
Kota Bekasi - Momentum bulan suci Ramadan kembali menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang mempererat hubungan antarwarga. Di Kota Bekasi, kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa yang digelar di Masjid Jami Al Ikhlas, Komplek Meutia Kirana, Rawalumbu, menjadi salah satu contoh nyata bagaimana masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe turut hadir bersama warga untuk memberikan dukungan moral sekaligus mengapresiasi peran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial.
Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi di tengah masyarakat menjadi simbol bahwa pemerintah daerah terus mendorong peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, terutama dalam memperkuat solidaritas sosial di lingkungan masyarakat.
Masjid Sebagai Pusat Manfaat Sosial
Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan santunan yang dilakukan oleh DKM Masjid Jami Al Ikhlas. Menurutnya, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berperan dalam kegiatan dakwah, tetapi juga menjadi ruang sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Tentunya kami mengapresiasi tinggi kegiatan yang baik ini. DKM melakukan berbagai macam kegiatan sosial, bukan saja dalam hal dakwah namun juga dapat hadir di tengah masyarakat serta melakukan hal yang berdampak langsung serta menebar manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Harris Bobihoe.
Ia berharap kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan dhuafa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masjid benar-benar menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.
Dalam tradisi Islam, masjid memang memiliki peran yang sangat luas. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menjadi pusat pendidikan, kegiatan sosial, serta pembinaan umat.
Ramadan Momentum Menguatkan Kepedulian
Bulan Ramadan selalu menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial. Nilai-nilai berbagi, kepedulian terhadap sesama, serta semangat kebersamaan menjadi bagian penting dari ibadah di bulan suci ini.
Kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa yang dilakukan oleh DKM Masjid Jami Al Ikhlas merupakan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai tersebut.
Menurut Wakil Wali Kota Bekasi, masyarakat perlu memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbanyak amal dan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Ia juga mengajak umat Islam untuk menjalankan berbagai amalan Ramadan sesuai dengan ajaran agama serta memaknai nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.
“Dalam memanfaatkan momentum bulan Ramadan, masyarakat diharapkan dapat melaksanakan berbagai amalan dengan penuh kesungguhan serta memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Pentingnya Peran Masjid bagi Generasi Muda
Selain kegiatan santunan, peran masjid juga sangat penting dalam membina generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat, masjid dapat menjadi ruang pembinaan moral dan spiritual bagi anak-anak dan remaja.
Melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, dan kegiatan sosial, masjid dapat membantu membentuk karakter generasi muda yang berakhlak baik dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Banyak masjid di berbagai daerah telah mengembangkan program-program kreatif seperti pengajian remaja, kegiatan sosial, hingga pelatihan keterampilan yang bertujuan memberdayakan generasi muda.
Dengan dukungan pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat, peran masjid dalam membina generasi muda dapat semakin diperkuat.

Solidaritas untuk Korban Bencana
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Bekasi juga mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan para korban bencana longsor di kawasan Bantargebang.
Ajakan tersebut menjadi pengingat bahwa solidaritas dan empati terhadap sesama merupakan bagian penting dari ajaran Islam.
Bencana alam sering kali membawa dampak besar bagi masyarakat yang terdampak. Dalam situasi seperti ini, dukungan moral dan doa dari masyarakat menjadi salah satu bentuk kepedulian yang sangat berarti.
Selain doa, masyarakat juga diharapkan dapat memberikan bantuan sesuai kemampuan untuk membantu meringankan beban para korban.
Membangun Bekasi dengan Nilai Kebersamaan
Kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa yang dilakukan oleh DKM Masjid Jami Al Ikhlas menunjukkan bahwa kekuatan masyarakat sebenarnya terletak pada nilai kebersamaan.
Ketika masyarakat saling peduli dan bekerja sama, berbagai persoalan sosial dapat dihadapi dengan lebih baik.
Pemerintah Kota Bekasi sendiri terus mendorong kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hal ini penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta membangun kota yang lebih harmonis.
Dalam perspektif pembangunan, kekuatan sosial masyarakat merupakan modal penting yang tidak kalah penting dibandingkan pembangunan fisik.
Masjid dan Masa Depan Masyarakat
Editorial ini menilai bahwa peran masjid dalam kehidupan masyarakat modern perlu terus diperkuat. Masjid tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga pusat pemberdayaan sosial yang mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Melalui kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, bantuan bagi dhuafa, hingga pembinaan generasi muda, masjid dapat menjadi motor penggerak perubahan positif di lingkungan masyarakat.
Momentum Ramadan menjadi kesempatan yang sangat tepat untuk memperkuat peran tersebut. Dengan dukungan semua pihak, masjid dapat menjadi pusat kegiatan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.
Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah juga memberikan perhatian besar terhadap peran masjid dalam membangun masyarakat yang religius, peduli, dan harmonis.
Jika semangat kebersamaan ini terus dijaga, Kota Bekasi tidak hanya akan berkembang secara fisik, tetapi juga menjadi kota yang kuat secara sosial dan spiritual.
Baca Juga
Komentar