Terbaru IHSG Anjlok 8,69% Sepekan, Saham BBCA hingga BRPT Jadi Penekan Utama
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam sepanjang pekan perdagangan hingga ditutup melemah 8,69 persen. Sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI hingga BRPT tercatat menjadi penekan utama laju indeks.
IHSG pada perdagangan Jumat (5/6/2026) ditutup melemah 4,20 persen ke level 5.594,77, yang sekaligus menjadi level terendah sejak akhir 2020. Tekanan jual yang masif membuat pasar saham domestik berada dalam fase koreksi signifikan di tengah sentimen negatif global dan domestik.
Berdasarkan data perdagangan, saham PT Bank Central Asia Tbk (Bank Central Asia / BBCA) menjadi kontributor terbesar pelemahan IHSG dalam sepekan terakhir.
BBCA tercatat turun 10,96 persen ke Rp5.075 dan menyumbang tekanan sebesar 58,55 poin terhadap indeks.
Di posisi berikutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank Rakyat Indonesia / BBRI) melemah 7,12 persen dan mengurangi IHSG sebesar 32,93 poin.
Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom Indonesia / TLKM) juga ikut tertekan, turun 8,91 persen dengan kontribusi negatif 28,19 poin.
Sementara itu, saham PT Barito Pacific Tbk (Barito Pacific / BRPT) menjadi salah satu yang paling dalam terkoreksi, yakni -23,71 persen, serta menekan indeks sebesar 25,88 poin.
Tekanan juga datang dari saham perbankan besar lain seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri / BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank Negara Indonesia / BBNI) yang masing-masing ikut menjadi pemberat IHSG.
Selain tekanan saham unggulan, pelemahan nilai tukar rupiah turut memperburuk sentimen pasar.
Rupiah tercatat melemah 0,46 persen ke level Rp18.049 per dolar AS pada Jumat (5/6/2026), yang menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas makroekonomi.
Analis Phintraco Sekuritas menilai aksi jual dipicu kombinasi sentimen, mulai dari isu revisi UU P2SK, kekhawatiran defisit APBN, hingga pelemahan rupiah yang menekan kepercayaan investor.
Di tengah minimnya katalis positif, pasar diperkirakan masih berada dalam tekanan pada pekan depan.
IHSG diproyeksikan berpotensi menguji level psikologis 5.500, seiring investor menanti sejumlah data ekonomi penting seperti cadangan devisa, indeks kepercayaan konsumen, dan data penjualan ritel.
Baca Juga
Komentar