Saham DCII Melejit, Otto Toto Sugiri & Marina Budiman Masuk 10 Besar Terkaya RI
JAKARTA — Nilai saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) kembali memecahkan rekor dan membawa dua pendirinya, Otto Toto Sugiri serta Marina Budiman, masuk ke jajaran 10 besar orang terkaya di Indonesia. Kenaikan harga saham yang dianggap luar biasa ini membuat keduanya melesat dalam daftar Bloomberg Billionaires Index.
Mengutip data Bloomberg, saham DCII diperdagangkan pada level Rp244.750 per lembar pada Kamis (11/12/2025). Angka tersebut mencerminkan kenaikan 481,35 persen sejak awal tahun (year to date/YtD).
Kenaikan yang terbilang ekstrem itu menjadikan DCII sebagai salah satu saham dengan performa terbaik di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2025. Pergerakannya bahkan disebut sebagai salah satu pendorong penguatan indeks sektor teknologi.
Seorang analis pasar modal mengatakan kepada Bisnis.com bahwa lonjakan saham DCII “merupakan hasil dari sentimen positif yang telah terkumpul selama dua tahun terakhir.” Ia menilai ekspansi pusat data yang dilakukan perusahaan menjadi faktor penentu.
Menurut analis tersebut, kebutuhan kapasitas data nasional meningkat pesat seiring transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga industri teknologi finansial.
Dalam penjelasannya, analis itu menegaskan bahwa DCII memegang posisi strategis sebagai perusahaan yang lebih dulu membangun infrastruktur pusat data skala besar di Indonesia.
Seorang investor senior yang ikut memantau pergerakan saham teknologi menyebut kenaikan ini sebagai “efek beruntun dari percepatan digitalisasi yang tidak bisa dihindari.”
Investor tersebut menilai bahwa pasar semakin yakin terhadap pertumbuhan jangka panjang industri data center di Tanah Air, sehingga DCII menjadi pilihan utama dalam sektor tersebut.
Otto Toto Sugiri, sebagai pendiri dan salah satu wajah utama DCII, memperoleh lonjakan kekayaan signifikan dari peningkatan nilai kapitalisasi perusahaan.
Nama Marina Budiman, yang juga merupakan pendiri DCII dan tokoh penting dalam industri pusat data, ikut terdorong naik hingga masuk dalam kelompok elit orang tajir Indonesia tahun ini.
Bloomberg mencatat, melonjaknya nilai kekayaan dua tokoh ini merupakan dampak langsung dari capital gain besar-besaran yang terjadi sejak kuartal kedua 2025.
Dalam laporan itu disebutkan pula bahwa sektor teknologi, khususnya layanan pusat data, menjadi salah satu primadona baru dalam daftar konglomerat Indonesia.
Pengamat ekonomi digital memandang fenomena ini sebagai tanda bahwa struktur kekayaan nasional sedang bergeser ke industri yang berbasis inovasi.
Ia menjelaskan bahwa pusat data menjadi “tulang punggung ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade mendatang,” sehingga peluang pertumbuhan masih terbuka lebar.
Kondisi ini juga membuat saham DCII terus menjadi sorotan pelaku pasar karena dianggap memiliki prospek kuat meski volatilitasnya tinggi.
Peningkatan volume transaksi DCII dalam beberapa pekan terakhir turut memperkuat posisi saham tersebut sebagai salah satu pemimpin penguatan sektor teknologi di bursa.
Meski begitu, beberapa analis mengingatkan bahwa kenaikan ekstrem saham tetap harus direspons secara hati-hati oleh investor ritel.
Mereka menilai penting untuk tetap memperhatikan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi jangka pendek.
Hingga berita ini diterbitkan, DCII masih mencatatkan penguatan dan belum menunjukkan indikasi koreksi signifikan.
Sementara itu, posisi Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman dalam daftar 10 orang terkaya Indonesia dinilai sebagai tonggak baru bagi industri pusat data nasional.
Kenaikan tersebut sekaligus mencerminkan bagaimana sektor digital kini mengambil tempat penting dalam perekonomian Indonesia.
Dengan performa saham yang terus menguat, DCII tampaknya akan tetap menjadi salah satu sorotan utama pasar modal hingga akhir tahun.
Baca Juga
Komentar