Rusia Perpanjang Larangan Sementara Ekspor BBM hingga Akhir Februari
MOSKOW — Pemerintah Rusia memperpanjang larangan sementara ekspor bahan bakar minyak (BBM), termasuk bensin dan solar, hingga akhir Februari. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan bakar di pasar domestik.
Berdasarkan dekrit pemerintah yang diterbitkan pada Sabtu, pembatasan ekspor bensin diperpanjang hingga 28 Februaridan berlaku bagi seluruh eksportir, termasuk perusahaan produsen.
Selain bensin, pemerintah Rusia juga memperpanjang larangan ekspor solar, bahan bakar laut, dan gasoil lainnyahingga tanggal yang sama. Namun, pembatasan ini khusus diberlakukan bagi eksportir non-produsen, sebagaimana tercantum dalam pernyataan resmi pemerintah.
Langkah tersebut pertama kali diterapkan pada akhir Agustus lalu, menyusul meningkatnya serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Sejumlah kilang minyak dan pelabuhan, mulai dari kawasan Laut Hitam hingga pesisir Baltik, menjadi sasaran serangan yang memicu gangguan distribusi bahan bakar di dalam negeri.
Kondisi tersebut sempat memperburuk situasi pasar BBM domestik Rusia, ditandai dengan lonjakan harga serta kekurangan pasokan sementara di beberapa wilayah.
Meski pemerintah menyatakan situasi pasokan kini relatif stabil, harga bahan bakar masih berada di level tinggi. Di sisi lain, serangan terhadap fasilitas energi Rusia dilaporkan masih terus berlanjut.
Sebelumnya, batas waktu larangan ekspor BBM dijadwalkan berakhir pada bulan ini. Namun, dengan perpanjangan kebijakan tersebut, Rusia menegaskan komitmennya untuk mengamankan pasokan energi domestik di tengah tekanan geopolitik dan keamanan yang masih berlangsung.
Baca Juga
Komentar