Rotasi Akhir Tahun Polri, Sejumlah Polwan Duduki Jabatan Wakapolda hingga Kapolres
Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan pada akhir tahun 2025. Dalam kebijakan tersebut, sejumlah perwira perempuan atau Polwan dipercaya menempati posisi strategis, mulai dari Wakil Kepala Kepolisian Daerah hingga Kepala Kepolisian Resor.
Rotasi personel ini tertuang dalam surat telegram yang diterbitkan pada 15 Desember 2025 sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri menjelang akhir tahun.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang lazim dalam tubuh Polri.
“Rotasi adalah hal yang normal di lingkungan Polri. Ini bertujuan untuk pengembangan karier, peningkatan profesionalisme, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Trunoyudo, Sabtu (20/12/2025).
Salah satu penugasan penting dalam rotasi ini adalah pengangkatan Brigjen Pol Dr. Sulastiana sebagai Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat.
Penunjukan tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan pimpinan Polri terhadap kemampuan kepemimpinan Polwan dalam memimpin wilayah strategis.
Selain itu, sebanyak 17 Polwan mendapatkan promosi dengan pangkat Komisaris Besar Polisi (Senior Superintendent).
Mayoritas dari mereka saat ini mengemban tugas sebagai Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPO) di berbagai kepolisian daerah.
Penugasan tersebut tersebar di sejumlah Polda besar, antara lain Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Sumatera Utara, Polda Sumatera Selatan, serta beberapa Polda di kawasan Indonesia Timur.
Kepercayaan terhadap Polwan juga terlihat dari penunjukan enam perwira perempuan sebagai Kapolres di berbagai daerah.
Enam wilayah yang dipimpin oleh Kapolres perempuan tersebut meliputi Karimun, Majalengka, Batang, Tebing Tinggi, Purbalingga, dan Samosir.
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 35 Polwan menerima promosi jabatan dalam rotasi akhir tahun ini.
Kebijakan tersebut mencerminkan komitmen Polri dalam mendorong kesetaraan gender serta memberikan ruang yang lebih luas bagi Polwan untuk berkiprah di posisi strategis.
Kehadiran Polwan di jajaran pimpinan diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam penegakan hukum dan pelayanan publik.
Pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada perlindungan kelompok rentan menjadi salah satu nilai tambah dari kepemimpinan Polwan di berbagai satuan kerja.
Polri menilai bahwa tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat ke depan membutuhkan kepemimpinan yang adaptif, inklusif, dan berintegritas.
Dengan rotasi ini, Polri berharap kinerja organisasi semakin solid, profesional, serta mampu menjawab ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
Mutasi dan promosi jabatan juga menjadi bagian dari upaya regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri agar organisasi tetap dinamis dan responsif.
Polri menegaskan akan terus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh personel, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berkembang dan berkontribusi secara maksimal bagi institusi dan masyarakat.
Baca Juga
Komentar