Resmi 1 Mei 2026: Pertamina Tahan Harga BBM Meski Minyak Dunia Naik, Ini Daftar Lengkapnya!
Jakarta — PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk tidak mengubah harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 Mei 2026. Keputusan ini membuat seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, tetap berada di level harga sebelumnya.
Mengacu pada informasi resmi melalui aplikasi MyPertamina, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo masih dibanderol Rp14.400 per liter. Sementara Dexlite tetap di angka Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex berada di level Rp23.900 per liter.
Di sisi lain, harga BBM subsidi juga tidak mengalami perubahan. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan solar subsidi tetap di harga Rp6.800 per liter. Adapun Pertamax bertahan di level Rp12.300 per liter.
Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat tren harga minyak dunia yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan data pasar global, rata-rata harga minyak mentah Brent dalam dua bulan terakhir (Maret–April 2026) mencapai sekitar US$100,69 per barel, naik signifikan dari periode sebelumnya yang berada di kisaran US$85,20 per barel.
Hal serupa juga terjadi pada minyak jenis WTI yang naik menjadi US$94,19 per barel dari sebelumnya US$78,35 per barel. Kenaikan ini secara langsung berdampak pada biaya impor minyak Indonesia yang menjadi salah satu komponen utama dalam penentuan harga BBM.
Penetapan harga BBM sendiri mengacu pada formula yang diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019. Dalam aturan tersebut, harga dasar BBM dihitung berdasarkan rata-rata harga publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Secara teori, kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah seharusnya mendorong penyesuaian harga BBM non-subsidi. Namun, pemerintah bersama Pertamina memilih untuk menahan harga demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek, tidak hanya faktor ekonomi, tetapi juga dampak sosial dan politik. Pemerintah berupaya melindungi daya beli masyarakat agar tidak semakin tertekan di tengah kondisi global yang belum stabil.
Selain itu, momentum kebijakan juga menjadi pertimbangan penting. Penyesuaian harga BBM dinilai berpotensi menimbulkan gejolak jika dilakukan pada waktu yang kurang tepat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Dengan keputusan ini, pemerintah berharap stabilitas ekonomi tetap terjaga serta aktivitas masyarakat tidak terganggu oleh lonjakan harga energi.
Ke depan, pergerakan harga BBM akan tetap dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Namun untuk saat ini, masyarakat masih dapat menikmati harga BBM yang relatif stabil.
Baca Juga
Komentar