PSEL Bekasi Segera Dibangun April, Tri Adhianto Ungkap Konsep Unik ‘Pabrik Rasa Mal’
KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memastikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi segera memasuki tahap pembangunan fisik. Setelah penetapan pemenang proyek, saat ini proses telah masuk pada tahapan akhir administrasi sebelum pelaksanaan groundbreaking.
Menurut Tri, Pemerintah Kota Bekasi kini tengah menyelesaikan perjanjian tripartit antara pihak pemerintah daerah dengan perusahaan pemenang proyek, yakni Waneng, serta mitra terkait lainnya.
“Kalau hari ini kita sudah masuk tahap setelah penetapan pemenang. Sekarang sedang proses perjanjian tripartit antara pemerintah kota, pihak pemenang, dan mitra. Saya dengar minggu lalu sudah selesai, mudah-mudahan segera ditandatangani,” ujar Tri, Senin (16/3/2026).
Tri menargetkan, setelah proses administrasi rampung, pembangunan fisik proyek PSEL akan segera dimulai pada April 2026.
Tahapan awal tersebut ditandai dengan groundbreaking, yang menjadi langkah penting menuju realisasi fasilitas pengolahan sampah modern di Kota Bekasi.
“Setelah itu tahap berikutnya, April ini kita akan mulai groundbreaking untuk pembangunan,” katanya.
Proyek PSEL sendiri diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Bekasi sekaligus menghasilkan energi listrik dari limbah.
Menariknya, Tri mengungkapkan bahwa proyek PSEL di Bekasi tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah, tetapi juga mengusung konsep kawasan ramah lingkungan yang berpotensi menjadi destinasi baru.
Dari total lahan yang disiapkan, sekitar 6,1 hektare telah tersedia, melebihi kebutuhan awal sebesar 5 hektare.
Sisa lahan sekitar 1,1 hektare rencananya akan dimanfaatkan sebagai kawasan hijau atau hutan kota.
“Dari kebutuhan 5 hektare, kita sudah punya cadangan hampir 6,1 hektare. Nanti ada sekitar 1,1 hektare yang akan kita jadikan kawasan hutan, sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata,” jelas Tri.
Tidak hanya itu, desain bangunan PSEL juga akan dibuat berbeda dari fasilitas industri pada umumnya.
Tri menyebut, tampilan bangunan akan dirancang modern dan estetis, bahkan menyerupai pusat perbelanjaan atau hotel, bukan seperti pabrik konvensional.
“Fasad gedungnya nanti tidak terlihat seperti pabrik, tapi seperti mal atau hotel. Kita ingin ini menjadi sesuatu yang menarik,” ungkapnya.
Selain aspek lingkungan dan estetika, proyek PSEL juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.
Tri menyebut, Pemerintah Kota Bekasi telah menyiapkan rencana pengembangan lanjutan berupa pembangunan fasilitas pengolahan residu hasil pembakaran sampah.
Untuk itu, pada tahun 2027 mendatang, pemerintah akan menyiapkan tambahan lahan sekitar 2 hektare.
Lahan tersebut akan dibagi menjadi dua bagian, masing-masing untuk pembangunan pabrik pengolahan residu dan kawasan pendukung.
“Ke depan kita siapkan 2 hektare lagi, satu hektare untuk pabrik pengolahan residu, dan satu hektare untuk kawasan pendukungnya,” jelasnya.
Melalui fasilitas tersebut, residu hasil pembakaran sampah tidak akan terbuang percuma, melainkan diolah menjadi produk bernilai ekonomis.
Beberapa produk yang dihasilkan antara lain bahan bangunan seperti batako, semen, pasir buatan, hingga material lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Dari residu itu bisa jadi batako, semen, konblok, bahkan biji besi dan lain-lain. Ini yang nantinya bisa melibatkan masyarakat,” katanya.
Tri menegaskan bahwa proyek PSEL dirancang sebagai sistem pengelolaan sampah terintegrasi, mulai dari proses awal hingga pemanfaatan residu akhir.
Dengan konsep tersebut, seluruh tahapan pengolahan sampah dapat memberikan manfaat maksimal, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
Ia juga memastikan bahwa proses pembebasan lahan utama untuk proyek ini telah selesai dilakukan.
“Untuk pembebasan lahan tidak ada masalah, karena yang 5 hektare sudah selesai, bahkan kita sudah punya 6,1 hektare. Tinggal nanti tambahan 2 hektare untuk pengembangan ke depan,” ujarnya.
Dengan kesiapan lahan dan tahapan administrasi yang hampir rampung, Pemerintah Kota Bekasi optimistis proyek PSEL dapat segera direalisasikan.
Proyek ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di perkotaan sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar