Perkuat Mitigasi, Kota Bekasi Pasang Enam Titik Early Warning System di Kawasan Rawan Banjir Jatiasih
KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan memasang enam titik early warning system (EWS) di wilayah Jatiasih, salah satu kawasan yang kerap terdampak luapan banjir kiriman dari hulu Kali Bekasi dan Kali Cikeas. Pemasangan perangkat dilakukan sebagai upaya antisipatif untuk mempercepat penyampaian informasi potensi banjir kepada masyarakat.
Camat Jatiasih, Dian Herdiana, mengatakan keberadaan sistem peringatan dini ini diharapkan mampu memberikan respons awal ketika debit air menunjukkan peningkatan signifikan.
“Pemasangan ini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi jika luapan air sudah mulai di luar batas normal,” ujarnya, Rabu.
Menurut Dian, perangkat EWS akan mengeluarkan bunyi sirine ketika sensor mendeteksi naiknya volume air. Dengan begitu, warga memiliki waktu untuk mengevakuasi diri maupun menyelamatkan barang berharga sebelum banjir meluas.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa penguatan teknologi mitigasi merupakan bagian dari strategi memperkecil risiko bencana, terutama di wilayah dengan intensitas banjir cukup tinggi.
“Setiap detik sangat berharga saat potensi banjir datang. Kita ingin masyarakat Jatiasih dan sekitarnya mendapatkan informasi secepat mungkin ketika debit air meningkat, sehingga mereka bisa menyiapkan langkah antisipatif,” kata Tri.
Pemkot Bekasi berencana menambah titik EWS di beberapa kecamatan yang juga masuk kategori rawan banjir. Dengan penambahan tersebut, pemerintah daerah berharap dampak kerugian materiel maupun nonmateriel dapat ditekan semaksimal mungkin.
Baca Juga
Komentar