Pemkot Bekasi Mulai Inventarisasi Kendaraan Dinas, Mobil Listrik Disewa & Lama Dilelang
Bekasi – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan bahwa pengadaan mobil listrik untuk kendaraan dinas bukanlah penolakan dari DPRD, melainkan proses kajian dan persetujuan bersama. Pernyataan itu disampaikan setelah upacara Senin, 17 November 2025, saat wawancara bersama wartawan penainsight.com.
“Saya kira bukan penolakan. Secara umum, Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Kota Bekasi telah menyetujui secara bersama,” ujar Bobihoe.
Ia menjelaskan bahwa meski ada beberapa pertanyaan dari anggota DPRD, hal itu menjadi bagian dari kajian internal pemerintah kota sebelum realisasi kebijakan.
Kebijakan yang dipilih adalah menyewa mobil listrik, bukan membeli, untuk efisiensi anggaran dan pengelolaan aset. “Lebih efisien dengan menggunakan mobil listrik yang kita sewa. Kita tidak beli, tapi sewa,” kata Bobihoe kepada wartawan penainsight.com.

Selain itu, kendaraan dinas lama yang usianya di atas 10 tahun akan dilelang untuk mengoptimalkan aset pemerintah kota Bekasi.
“Mobil-mobil lama yang ada masih banyak yang belum jelas keberadaannya. Kita akan telusuri satu per satu, paling tidak kita tahu,” tambahnya.
Soal pemeliharaan, Wakil Wali Kota memastikan semua termasuk dalam paket sewa.m“Kalau sewa, itu sudah include. Jadi baterainya rusak kita tidak perlu ganti. Semuanya, sama seperti kalau kita sewa mobil biasa,” jelas Bobihoe.
Pihak Pemkot Bekasi juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa stasiun pengisian listrik untuk kendaraan dinas baru. Langkah ini juga menjadi antisipasi terhadap kendaraan dinas yang tidak dikembalikan oleh pejabat atau pegawai yang pensiun.
“Beberapa waktu lalu terlalu banyak mobil dinas yang tidak dikembalikan. Ini bukan mobil kita, ini kita sewa. Nanti mereka akan berurusan dengan yang punya mobil,” jelas Bobihoe.
Terkait realisasi pengadaan mobil listrik, pihak Pemkot menargetkan pelaksanaan tahun depan. “Realisasinya, insya Allah tahun depan sudah kita mulai,” ujar Bobihoe.
Wakil Wali Kota juga menekankan pentingnya inventarisasi kendaraan dinas lama, termasuk memeriksa keberadaan mobil-mobil yang belum jelas lokasinya.
“Untuk badan aset, masalah kendaraannya sudah berjalan selama ini. Insya Allah tahun depan kita teliti lagi ke mana mobil-mobil ini diparkir,” katanya.
Proses inventarisasi dilakukan secara bertahap, dan Pemkot Bekasi telah mulai menemukan beberapa kendaraan satu per satu. Kebijakan penyewaan kendaraan listrik ini diharapkan dapat mengefektifkan anggaran, meningkatkan pengelolaan aset, serta mengurangi masalah kendaraan dinas yang tidak dikembalikan.
Bobihoe menegaskan, seluruh langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah kota untuk transparansi, efisiensi, dan modernisasi armada kendaraan dinas.
Baca Juga
Komentar