IHSG Menguat ke 8.617 Meski Asing Jual Bersih, Ini Rekomendasi Saham untuk 3 Desember
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,80% ke level 8.617,04 pada penutupan perdagangan Selasa (2/12/2025). Kenaikan ini dinilai cukup solid karena berlangsung di tengah keluarnya dana asing dalam jumlah besar.
Dalam laporan riset BNI Sekuritas, Head of Retail Research Fanny Suherman menjelaskan bahwa investor asing mencatatkan net sell Rp 749 miliar pada perdagangan sebelumnya. Meski begitu, beberapa saham justru menjadi tujuan pembelian asing.
Ia menyampaikan bahwa saham yang paling banyak diborong asing antara lain BRMS, ASII, CUAN, BREN, dan BBCA. Menurutnya, aliran dana tersebut menandakan adanya minat pada sektor yang memiliki prospek pertumbuhan stabil.
Fanny menilai pergerakan IHSG pada Selasa menggambarkan ketahanan pasar terhadap tekanan global dan aksi profit taking yang biasanya meningkat menjelang akhir tahun. “Pasar masih bergerak cukup konstruktif, meskipun ada tekanan di beberapa sektor,” ujarnya dalam riset tersebut.
Untuk perdagangan hari ini, Rabu (3/12), Fanny memperkirakan IHSG berpeluang terkoreksi terbatas. Ia menyebut bahwa pola teknikal jangka pendek mulai menunjukkan tanda pelemahan.
“IHSG berada di area support 8.500–8.560 dan resistance di 8.650–8.700. Jika tekanan jual meningkat, koreksi bisa terjadi tetapi tidak terlalu dalam,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut masih memberikan ruang bagi investor untuk melakukan aksi beli selektif, terutama pada saham yang telah membentuk pola penguatan harian.
BNI Sekuritas juga merilis daftar saham pilihan yang dianggap berpotensi memberikan peluang bagi trader pada perdagangan hari ini.
Saham pertama yang direkomendasikan adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Fanny menyarankan speculative buy pada rentang Rp 1.005–Rp 1.015, dengan cutloss jika harga turun di bawah Rp 990. Target kenaikan jangka pendek berada pada Rp 1.035–Rp 1.060.
Rekomendasi kedua diberikan kepada PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Saham ini disarankan masuk pada area Rp 460–Rp 468. Ia mengingatkan cutloss di bawah Rp 454, dengan target harga Rp 480–Rp 490.
Selanjutnya adalah PT Petrosea Tbk (PTRO), yang dinilai masih berada dalam tren positif. Area beli berada di Rp 10.175–Rp 10.225. Cutloss dipasang di bawah Rp 10.175, sedangkan target berada pada Rp 10.300–Rp 10.500.
Untuk saham sektor energi, BNI Sekuritas memilih PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Saham ini direkomendasikan speculative buy pada rentang Rp 3.460–Rp 3.500. Target terdekat berada di Rp 3.540–Rp 3.570, sementara cutloss disarankan jika harga menembus di bawah Rp 3.460.
Adapun PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menjadi rekomendasi kelima. Saham ini dianggap memiliki potensi penguatan jangka pendek dengan area beli Rp 640–Rp 650, cutloss di bawah Rp 630, dan target berada pada Rp 670–Rp 685.
Rekomendasi terakhir adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Saham ini disarankan buy on weakness, khususnya pada area Rp 3.600–Rp 3.680. Cutloss ditempatkan di bawah Rp 3.550, dengan target harga Rp 3.730–Rp 3.780.
Fanny menegaskan bahwa seluruh rekomendasi tersebut berbasis analisis teknikal harian yang mempertimbangkan momentum dan volatilitas pasar. Investor diminta mencermati pergerakan pasar secara real time, terutama karena pergerakan indeks cenderung lebih sensitif menjelang akhir tahun.
Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam menerapkan titik cutloss agar risiko dapat terkelola dengan baik di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Dengan kombinasi sentimen global dan pola teknikal yang terbentuk, BNI Sekuritas menilai peluang trading intraday masih tetap terbuka bagi investor yang mengikuti level harga dengan disiplin.
Baca Juga
Komentar