IHSG Kembali Anjlok 1,88 Persen ke 6.196, MNC Sekuritas Bongkar 4 Saham Pilihan
JAKARTA, INDONESIA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahan pada perdagangan terbaru. IHSG terkoreksi 1,88 persen ke level 6.196 dan masih didominasi tekanan jual, menandakan pasar saham domestik belum sepenuhnya keluar dari fase konsolidasi.
Dalam riset MNC Sekuritas yang dikutip Minggu (26/7/2026), pergerakan IHSG saat ini disebut telah berada di bawah MA60 dan bahkan sudah mencapai target minimal yang sebelumnya diproyeksikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan pasar masih kuat, meski peluang penguatan teknikal belum sepenuhnya tertutup.
Bagi investor, pergerakan IHSG pada level ini menjadi sinyal penting untuk mencermati arah pasar berikutnya. Di satu sisi, koreksi yang sudah terjadi cukup dalam. Namun di sisi lain, area support dan resistance yang dipetakan analis masih memberi ruang bagi peluang rebound jangka pendek apabila tekanan jual mereda.
Fakta Terbaru IHSG: Masih di Bawah MA60
Pelemahan IHSG ke 6.196 membuat indeks bergerak di bawah rata-rata pergerakan 60 hari atau MA60. Dalam analisis teknikal, posisi seperti ini kerap dibaca sebagai indikasi bahwa tren jangka menengah masih berada di bawah tekanan.
Meski begitu, pada timeframe mingguan (weekly), IHSG masih mencatatkan penguatan tipis 0,34 persen, walaupun tetap disertai tekanan jual. Artinya, kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya lepas dari volatilitas.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) dari wave [iv]. Karena itu, area 6.074-6.146 dinilai sebagai zona koreksi yang perlu dicermati investor.
Zona tersebut menjadi penting karena dapat menentukan apakah IHSG akan menemukan dasar baru atau kembali mengalami pelemahan lanjutan.
Dibongkar! Area Penguatan Terdekat IHSG Ada di 6.198-6.222
Di tengah tekanan jual, analis masih melihat adanya peluang penguatan dalam jangka pendek. Area penguatan terdekat IHSG diperkirakan berada di kisaran 6.198-6.222.
Area tersebut berdekatan dengan posisi IHSG saat ini, sehingga akan menjadi titik yang diamati pasar dalam perdagangan selanjutnya. Jika indeks mampu bertahan dan bergerak di atas area itu, peluang teknikal untuk pemulihan jangka pendek masih terbuka.
Namun jika gagal bertahan, pasar perlu mewaspadai tekanan yang bisa kembali membawa IHSG ke area support lebih rendah.
Adapun level teknikal yang dirilis MNC Sekuritas adalah sebagai berikut:
Support: 6.111 dan 6.007
Resistance: 6.599 dan 6.705
Bagi pelaku pasar, level ini penting karena dapat menjadi acuan dalam menyusun strategi jangka pendek, baik untuk mengantisipasi pembalikan arah maupun mengelola risiko.
Empat Saham yang Masuk Radar Buy on Weakness
Dalam situasi pasar yang masih tertekan, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham yang dapat dicermati dengan strategi Buy on Weakness, yakni BIPI, BKSL, DEWA, dan RAJA.
Strategi buy on weakness umumnya digunakan investor yang mencari titik masuk saat harga saham sedang mengalami koreksi, dengan asumsi harga berpeluang pulih jika sentimen membaik. Meski demikian, strategi ini tetap memerlukan disiplin tinggi dalam membaca support, target harga, dan stoploss.
Berikut rincian keempat saham tersebut.
1. BIPI: Koreksi 7,32 Persen, Volume Mengecil
Saham BIPI terkoreksi cukup dalam, yakni 7,32 persen ke Rp152. Menurut MNC Sekuritas, tekanan jual masih mendominasi meski volume perdagangan mulai mengecil.
Secara teknikal, posisi BIPI diperkirakan masih berada pada bagian dari wave B dari wave (A).
Rekomendasi untuk saham ini adalah:
Buy on Weakness: Rp134-150
Target Price: Rp175 dan Rp200
Stoploss: di bawah Rp129
Kondisi volume yang mengecil kerap menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat menunjukkan tekanan jual mulai kehilangan tenaga, meskipun konfirmasi pemulihan tetap diperlukan.
2. BKSL: Tekanan Jual Muncul Lagi
Saham BKSL juga mengalami koreksi, turun 4,17 persen ke Rp69. Penurunan tersebut disertai munculnya volume penjualan yang menandakan masih adanya tekanan terhadap pergerakan harga.
MNC Sekuritas memperkirakan posisi BKSL saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Rekomendasi teknikal yang disampaikan adalah:
Buy on Weakness: Rp63-68
Target Price: Rp75 dan Rp82
Stoploss: di bawah Rp60
Area harga di bawah Rp70 menjadi wilayah penting yang perlu diperhatikan investor sebelum memutuskan masuk ke saham ini.
3. DEWA: Kembali di Bawah MA200
Saham DEWA terkoreksi 6,36 persen ke Rp442 dan juga disertai kemunculan volume penjualan. Yang menjadi perhatian, pergerakan saham ini kembali berada di bawah MA200.
Dalam analisis teknikal, posisi di bawah MA200 sering dibaca sebagai tanda bahwa tren jangka panjang masih lemah.
MNC Sekuritas menilai DEWA saat ini berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.
Rinciannya:
Buy on Weakness: Rp392-414
Target Price: Rp510 dan Rp550
Stoploss: di bawah Rp330
Investor yang mencermati DEWA perlu mengawasi apakah saham ini mampu bertahan di area support sebelum mencoba rebound.
4. RAJA: Tekanan Jual Masih Ada Meski Volume Turun
Saham RAJA terkoreksi 4,40 persen ke Rp870. Walau masih didominasi tekanan jual, volume perdagangan saham ini cenderung menurun.
Menurut MNC Sekuritas, posisi RAJA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B].
Rekomendasi yang diberikan adalah:
Buy on Weakness: Rp750-870
Target Price: Rp980 dan Rp1.090
Stoploss: di bawah Rp675
RAJA menjadi salah satu saham yang menarik untuk dipantau karena masih memiliki ruang teknikal apabila pasar kembali membaik.
Penyebab Pasar Masih Berhati-hati
Koreksi IHSG yang masih berlanjut menunjukkan pasar saham Indonesia tengah berada dalam fase penuh kehati-hatian. Tekanan jual pada indeks utama biasanya dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global, meski pada materi riset ini fokus utamanya berada pada kondisi teknikal.
Bagi investor, kondisi seperti ini sering memunculkan dua pendekatan: menunggu konfirmasi pembalikan arah, atau mulai mencermati saham-saham yang koreksinya telah mendekati area support.
Namun, strategi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Saham yang masuk daftar buy on weakness belum tentu langsung berbalik naik, sehingga disiplin pada batas risiko tetap menjadi kunci.
Apa yang Perlu Dicermati Investor?
Ke depan, pelaku pasar akan memperhatikan apakah IHSG mampu bertahan di atas support 6.111. Jika tekanan jual berlanjut, area 6.007 menjadi level berikutnya yang layak diawasi.
Sebaliknya, bila indeks mampu bergerak di atas 6.198-6.222, peluang penguatan jangka pendek dapat kembali terbuka.
Empat saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas — BIPI, BKSL, DEWA, dan RAJA — juga perlu dipantau berdasarkan volume transaksi, pergerakan harga di area support, serta kedisiplinan pada level stoploss.
Pada kondisi pasar seperti ini, investor cenderung dituntut untuk lebih selektif, tidak terburu-buru, dan memahami bahwa setiap koreksi bisa menjadi peluang maupun risiko sekaligus.
Dengan IHSG yang masih tertekan di 6.196, pasar kini menunggu apakah area support mampu menahan tekanan jual atau justru membuka ruang koreksi lanjutan. Sementara itu, empat saham pilihan MNC Sekuritas menjadi bahan pantauan bagi investor yang mencari peluang di tengah volatilitas pasar.
Baca Juga
Komentar