GOTO Serap Dana IPO Rp13,57 Triliun, Saham Mulai Bergerak di Awal 2026
Jakarta — Emiten teknologi raksasa PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Perseroan mengonfirmasi bahwa dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) senilai Rp13,57 triliun telah terserap sesuai dengan rencana penggunaan dana yang ditetapkan sejak awal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.
Dana tersebut merupakan hasil bersih IPO GOTO yang dilaksanakan pada 30 Maret 2022, setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp153,43 miliar. Informasi ini disampaikan melalui keterbukaan informasi perseroan dan menjadi perhatian investor seiring dengan mulai bergeraknya saham GOTO dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan dokumen resmi perusahaan, alokasi dana IPO GOTO difokuskan untuk memperkuat struktur permodalan, mendukung ekosistem bisnis digital, serta menopang kebutuhan modal kerja entitas anak yang menjadi tulang punggung operasional grup. Langkah ini mencerminkan strategi jangka panjang GOTO dalam membangun integrasi layanan berbasis teknologi di Indonesia dan kawasan regional.
Porsi terbesar dana IPO digunakan untuk modal kerja perseroan sebesar Rp4,07 triliun atau setara 30 persen dari total dana bersih. Dana ini ditujukan untuk mendukung aktivitas operasional utama, pengembangan teknologi, serta kebutuhan strategis lain yang menunjang keberlanjutan bisnis.
Selain itu, GOTO juga mengalokasikan Rp4,07 triliun atau 30 persen dana IPO sebagai penyertaan modal kepada PT Tokopedia. Suntikan dana tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem e-commerce, termasuk peningkatan kapasitas teknologi, logistik, dan layanan bagi penjual serta konsumen.
Tidak hanya Tokopedia, GOTO turut menyalurkan dana sebesar Rp3,39 triliun atau sekitar 25 persen kepada PT Dompet Anak Bangsa. Entitas ini merupakan tulang punggung layanan keuangan digital dalam ekosistem GoTo, yang mencakup pembayaran elektronik, layanan finansial, serta pengembangan produk keuangan berbasis teknologi.
Alokasi dana juga menyasar sektor pembiayaan. Perseroan menginvestasikan Rp678,72 miliar atau 5 persen dana IPO sebagai penyertaan modal kepada Multifinance Anak Bangsa. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas akses pembiayaan bagi mitra pengemudi, pelaku UMKM, serta pengguna ekosistem GoTo secara lebih luas.
Di tingkat regional, GOTO mengalokasikan Rp274,86 miliar atau sekitar 2 persen dana IPO kepada Velox Digital Singapore Pte Ltd. Selain itu, dana sebesar Rp273,96 miliar atau 2 persen disalurkan kepada Go Viet Technology Trading Joint Stock Company, yang mencerminkan komitmen perseroan dalam memperkuat jejak bisnis di pasar Asia Tenggara.
Masih dalam rangka penguatan operasional, perseroan mengalokasikan tambahan modal kerja sebesar Rp300 miliar atau 2 persen untuk kebutuhan internal GOTO. Sementara itu, Dompet Anak Bangsa kembali menerima alokasi modal kerja sebesar Rp508,61 miliar atau setara 4 persen, guna mendukung ekspansi dan pengembangan layanan keuangan digital.
Dengan realisasi penggunaan dana tersebut, manajemen GOTO menegaskan bahwa seluruh dana hasil IPO telah dimanfaatkan sesuai dengan rencana yang disampaikan kepada publik. Transparansi ini menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor, terutama di tengah dinamika pasar saham sektor teknologi.
Seiring dengan kepastian penggunaan dana IPO, pergerakan saham GOTO mulai menunjukkan tanda-tanda aktivitas yang lebih dinamis. Pada perdagangan terakhir, saham GOTO tercatat naik 2 poin atau setara 2,99 persen ke level Rp69 per saham. Kenaikan ini menjadi perhatian pelaku pasar setelah saham tersebut relatif bergerak terbatas dalam beberapa periode sebelumnya.
Dalam rentang satu bulan terakhir, saham GOTO tercatat telah menguat 10 poin atau sekitar 16,95 persen dibandingkan posisi pada 15 Juli 2025 yang berada di kisaran Rp59 per saham. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya minat investor terhadap saham-saham teknologi yang mulai menunjukkan perbaikan kinerja dan efisiensi operasional.
Pelaku pasar menilai, pergerakan saham GOTO tidak terlepas dari kombinasi faktor fundamental dan sentimen pasar. Kepastian penggunaan dana IPO, fokus pada penguatan ekosistem inti, serta upaya pengendalian biaya menjadi aspek yang terus dicermati investor.
Meski demikian, analis mengingatkan bahwa sektor teknologi tetap menghadapi tantangan, mulai dari persaingan ketat, perubahan perilaku konsumen, hingga dinamika ekonomi makro. Oleh karena itu, pergerakan saham GOTO ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh kinerja operasional, strategi monetisasi, serta kemampuan perseroan dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.
Dengan struktur pendanaan yang telah diperkuat sejak IPO dan realisasi penggunaan dana yang kini tuntas, GOTO berada pada fase penting dalam perjalanan bisnisnya. Perhatian investor kini tertuju pada langkah-langkah strategis selanjutnya yang akan diambil perseroan dalam mengoptimalkan ekosistem digital yang telah dibangun.
Baca Juga
Komentar