DPRD DKI Jakarta di HUT Ke-499: Pembangunan Diakui, Kesenjangan Sosial Masih Jadi Tantangan Besar
Jakarta – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta menjadi momentum bagi DPRD DKI Jakarta untuk memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap perjalanan pembangunan ibu kota. Menjelang usia lima abad pada 2027, DPRD menilai Jakarta telah mencatat banyak kemajuan di berbagai sektor, namun masih menghadapi tantangan serius berupa kesenjangan sosial dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta yang digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/6/2026). Para pimpinan dan anggota dewan menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menyampaikan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Jakarta selama ini harus menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, kemajuan di sektor transportasi publik, digitalisasi layanan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, hingga tata kelola pemerintahan yang semakin transparan merupakan fondasi yang kuat untuk membawa Jakarta menjadi kota global.
“Memasuki usia ke-499 tahun, capaian-capaian tersebut hendaknya menjadi landasan untuk melangkah lebih visioner dan berkelanjutan,” ujar Suhud dalam rapat paripurna.
Ia menegaskan, DPRD akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar pembangunan yang dilakukan tetap berpihak kepada masyarakat dan mampu meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.
Menurutnya, Jakarta memiliki modal besar berupa sejarah panjang, sumber daya manusia yang kompetitif, serta posisi strategis sebagai pusat ekonomi nasional. Oleh karena itu, pembangunan harus diarahkan untuk menciptakan kota yang inklusif, nyaman dihuni, berbudaya, serta mampu bersaing di tingkat global.
“Dengan fondasi sejarah yang kuat, sumber daya manusia yang unggul, serta tekad bersama untuk terus bergerak maju, kami optimistis Jakarta mampu memasuki era baru sebagai kota yang nyaman dihuni, sejahtera, berbudaya, dan berkelas dunia,” katanya.
Pekerjaan Rumah Masih Banyak
Meski mengapresiasi berbagai kemajuan yang telah dicapai, DPRD DKI Jakarta mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan pembangunan di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ima menilai pemerintah harus semakin kreatif dalam merancang program pembangunan yang efektif dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
“Dengan APBD yang tetap kuat, Pemprov DKI Jakarta harus terus kreatif membangun Jakarta dan menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Ima juga mengingatkan pentingnya menjadikan aspirasi masyarakat sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Ia menegaskan berbagai usulan warga yang dihimpun anggota DPRD saat masa reses harus tetap menjadi perhatian pemerintah.
“Ke depan, kami ingin aspirasi masyarakat tidak dipotong-potong. Saat masa reses, banyak warga menyampaikan kebutuhan yang harus tetap menjadi perhatian, meski ada keterbatasan anggaran,” katanya.
Menurut Ima, usia lima abad Jakarta yang akan diperingati tahun depan harus menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan tetap berjalan meskipun kondisi ekonomi dan fiskal mengalami tantangan.
“Tahun depan Jakarta memasuki usia lima abad. Meskipun kondisi APBD tidak sama seperti tahun lalu, Jakarta harus terus bergerak. Kita harus kreatif agar mesin pembangunan Jakarta tetap berjalan,” tegasnya.
Kesenjangan Sosial Masih Tinggi
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menyoroti masih tingginya kesenjangan sosial yang terjadi di tengah pesatnya pembangunan Jakarta.
Menurutnya, indikator pembangunan memang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Namun, keberhasilan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Indikator pembangunan memang menunjukkan hasil yang baik. Tetapi kesenjangan masih cukup tinggi dan harus diperbaiki,” kata Wibi.
Ia menilai pemerintah perlu memperkuat berbagai program perlindungan sosial agar kelompok masyarakat rentan dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari pembangunan yang berlangsung.
Menurut Wibi, bantuan sosial, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga program pemberdayaan ekonomi harus terus diperkuat agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan kota.
“Kelompok masyarakat yang masih membutuhkan harus mendapatkan bantalan sosial. Pemprov DKI Jakarta sudah menjalankan program tersebut, tinggal diperkuat dan diawasi dengan lebih baik,” jelasnya.
Fokus pada Kesejahteraan Warga
Pandangan serupa juga disampaikan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, yang berharap HUT ke-499 Jakarta menjadi momentum untuk memperkuat program-program kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai sektor pendidikan, ketenagakerjaan, dan pengentasan kemiskinan harus menjadi prioritas pembangunan Jakarta ke depan.
“Kami berharap rakyat semakin sejahtera, pendidikan lebih terjangkau, lapangan pekerjaan lebih mudah diakses, serta kemiskinan dapat dihapuskan dari Jakarta,” ujar Subki.
Menurutnya, berbagai program sosial yang selama ini berjalan perlu terus diperkuat dan diperluas jangkauannya. Program tersebut mencakup perlindungan bagi lanjut usia, Kartu Anak Jakarta, penanganan stunting, bantuan pendidikan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Mudah-mudahan ke depan program tersebut semakin kuat agar warga Jakarta mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik,” katanya.
Menatap Jakarta 500 Tahun
Menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, DPRD DKI Jakarta berharap pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada pencapaian fisik semata, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat.
Para legislator sepakat bahwa tantangan terbesar Jakarta di masa depan bukan hanya mempertahankan statusnya sebagai pusat ekonomi nasional dan kota global, tetapi juga memastikan setiap warga dapat menikmati hasil pembangunan secara adil dan merata.
Dengan berbagai tantangan yang masih ada, DPRD menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar pembangunan Jakarta berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Momentum HUT ke-499 Jakarta diharapkan menjadi titik refleksi sekaligus langkah awal menuju Jakarta yang lebih inklusif, berkeadilan, dan siap menyongsong usia lima abad sebagai kota metropolitan modern yang mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Baca Juga
Komentar